Empat Tips Menjaga Produktivitas Tanpa Burnout
Di tengah kejaran waktu, tubuh terus bekerja, tapi sebagian orang merasa hati justru terasa kosong.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Rutinitas padat, target pekerjaan, dan tekanan hidup yang datang silih berganti sering membuat banyak orang kehilangan kendali atas energinya sendiri.
Di tengah kejaran waktu, tubuh terus bekerja, tapi hati justru merasa kosong.
Wellness practitioner Rahne Putri mengungkapkan, menjaga produktivitas tidak berarti harus terus “doing, doing, doing” tanpa henti. Kuncinya justru ada pada kesadaran tubuh dan nafas.
“Untuk bisa diseluruhkan juga. Gimana caranya supaya menjaga produktivitas di tengah-tengah semua jadwal itu. Dan juga menemukan sih, momen tenang itu," ungkapnya pada Media Gathering #TenangBersamaBluebird di Rumah Wijaya Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Berikut tips dari Rahne Putri agar tetap produktif tanpa kehilangan diri sendiri:
1. Sadari Ketika Semua Terasa Penting
Menurut Rahne, tanda awal kelelahan emosional dan fisik adalah ketika semua hal terasa mendesak. Daftar pekerjaan terasa menumpuk, dan setiap tugas seolah prioritas utama.
“Waktu pas tepat-tepat sebuah burn out itu, semua rasanya jadi prioritas sih. Jadi, kalau ngomongin to do list, itu semuanya harus rasanya, dan semuanya jadi prioritas. Nah, tetapi, ketika semua jadi prioritas, sebenarnya tidak ada yang penting," jelasnya.
Kondisi ini, lanjutnya, membuat seseorang sibuk bergerak tapi kehilangan makna. “Jadi yang kerasa adalah, doing, doing, doing, tapi kayak tidak ada maknanya, dan capek, penuhnya,” ujarnya.
2. Temukan Momen Tenang Melalui Napas
Setelah menyadari kelelahan, langkah selanjutnya adalah menemukan ruang tenang di antara kesibukan.
Rahne menyebut bahwa bernapas secara sadar adalah kunci utama untuk memulihkan energi tubuh.
“Momen tenangnya adalah ketika, dari selangkaian sesi dan jalan-jalan yang dilakukan, napas ya, ternyata. Jangan lupa nafas, ternyata. Dan ada kaitannya, mungkin bisa sampai di tiap hari ya," ujarnya.
Baca juga: 8 Upaya Mengatasi Burnout saat Belajar, Termasuk Berwisata
Menurutnya, banyak orang bernapas tanpa benar-benar hadir dalam setiap tarikan dan hembusannya.
Baca tanpa iklan