Doa Ziarah Kubur sebelum Puasa Ramadhan, Urutan, dan Adabnya
Sebelum puasa ramadhan, muslim di Indonesia biasanya melakukan ziarah kubur. Berikut urutan doa ziarah kubur dan adab ketika melakukan ziarah kubur.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Artinya: "Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, serta mereka yakin akan adanya akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung."
Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Qul huwallāhu aḥad (1). Allāhuṣ-ṣamad (2). Lam yalid wa lam yūlad (3). Wa lam yakun lahu kufuwan aḥad (4).
Artinya: "(1) Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa.” (2) Allah tempat bergantung segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (4) Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Surat Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
Qul a‘ūdzu birabbil-falaq (1). Min syarri mā khalaq (2). Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab (3). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad (4). Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad (5).
Artinya: "(1) Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,” (2) dari kejahatan makhluk-Nya, (3) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (4) dan dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, (5) serta dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
Surat An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
Qul a‘ūdzu birabbin-nās (1). Malikin-nās (2). Ilāhin-nās (3). Min syarril-waswāsil-khannās (4). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās (5). Minal-jinnati wan-nās (6).
Artinya: "(1) Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,” (2) Raja manusia, (3) Sembahan manusia, (4) dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari golongan jin dan manusia."
Doa untuk Orang Meninggal Laki-laki
اَللّٰهُمَّ ٱغْفِرْلَهُ وَٱرْحَمْهُ وَعَافِهِ وَٱعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَٱغْسِلْهُ بِٱلْمَاءِ وَٱلثَّلْجِ وَٱلْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ ٱلْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى ٱلثَّوْبُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِّن دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِّنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِّن زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ ٱلْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ ٱلْقَبْرِ وَعَذَابِ ٱلنَّارِ
Allāhumma’ghfir lahu, warḥamhu, wa ‘āfihi, wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ mudkhalahu, waghsilhu bil-mā’i wath-thalji wal-barad. Wanaqqihi minal-khaṭāyā, kamā yunaqqath-thawbul-abyadhu minad-danas. Wa abdilhu dāran khayran min dārihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhu al-jannah, wa a‘idzhu min ‘adhābil-qabri wa ‘adhābin-nār.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakan tempat tinggalnya, lapangkan kuburnya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari noda. Berikanlah kepadanya rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta siksa neraka.”
Doa untuk Orang Meninggal Perempuan
اَللّٰهُمَّ ٱغْفِرْلَهَا وَٱرْحَمْهَا وَعَافِهَا وَٱعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَٱغْسِلْهَا بِٱلْمَاءِ وَٱلثَّلْجِ وَٱلْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ ٱلْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى ٱلثَّوْبُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِّن دَارِهَا وَأَهْلًا خَيْرًا مِّنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِّن زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا ٱلْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ ٱلْقَبْرِ وَعَذَابِ ٱلنَّارِ
Allāhumma’ghfir lahā, warḥamhā, wa ‘āfihā, wa’fu ‘anhā, wa akrim nuzulahā, wa wassi‘ mudkhalahā, waghsilhā bil-mā’i wath-thalji wal-barad. Wanaqqihā minal-khaṭāyā, kamā yunaqqath-thawbul-abyadhu minad-danas. Wa abdilhā dāran khayran min dārihā, wa ahlan khayran min ahlihā, wa zawjan khayran min zawjihā, wa adkhilhā al-jannah, wa a‘idzhā min ‘adhābil-qabri wa ‘adhābin-nār.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakan tempat tinggalnya, lapangkan kuburnya, mandikan dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari noda. Berikanlah kepadanya rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta siksa neraka.”
Adab Ziarah Kubur
Muslim yang ingin melakukan ziarah kubur perlu mengetahui adab ketika ziarah kubur.
Dalam laman Kementerian Agama dan Muhammadiyah disebutkan adab ziarah kubur sebagai berikut.
1. Meluruskan Niat
Ziarah kubur harus diawali dengan niat yang benar, yaitu semata-mata untuk mendoakan ahli kubur dan mengingat kematian (muhasabah diri).
Niat menjadi penentu nilai suatu amalan, sehingga ziarah tidak boleh disertai tujuan yang menyimpang seperti mencari berkah atau meminta sesuatu kepada penghuni kubur.
Baca tanpa iklan