Doa Ziarah Kubur sebelum Puasa Ramadhan, Urutan, dan Adabnya
Sebelum puasa ramadhan, muslim di Indonesia biasanya melakukan ziarah kubur. Berikut urutan doa ziarah kubur dan adab ketika melakukan ziarah kubur.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
“Diriwayatkan dari ‘Alqamah ibn Waqas al-Laitsy ia berkata: saya telah mendengar Umar bin Khattab ra sedang di atas mimbar dan berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya”. …” (HR. Jama’ah)
2. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur
Saat memasuki area pemakaman, disunnahkan mengucapkan salam kepada seluruh penghuni kubur sebagai bentuk doa dan penghormatan.
Rasulullah Saw mencontohkan hal ini ketika berziarah ke Baqi’.
“Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tiap malam gilirannya, pergi ke Baqi’ pada akhir malam, dengan ucapannya: “Assalamu’alaikum dara qaumin mukminin wa atakum ma tu‘aduna ghadan muajjalun, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Allahummaghfir li ahli Baqi’il Gharqad” (Semoga keselamatan bagi kamu sekalian wahai negeri kaum yang beriman, dan akan datang apa yang dijanjikan kepada kamu sekalian dengan segera. Dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah akan menyusul kamu sekalian. Yaa Allah ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad (nama kuburan)”.” (HR. Muslim)
3. Melepas Alas Kaki
Termasuk adab di pekuburan adalah menjaga sikap hormat, salah satunya dengan tidak berjalan memakai sandal di antara kuburan.
Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap tempat peristirahatan kaum muslimin.
“Diriwayatkan dari Basyir bin al-Khasasiyyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seseorang yang berjalan di antara kuburan dengan memakai kedua sandalnya, kemudian beliau bersabda; “Wahai pemakai dua sandal, lepaslah sandalmu”.” (HR. al-Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai dan Ibnu Majah)
4. Menghadap Kiblat Ketika Berada di Kuburan Seseorang
Muslim dianjurkan untuk menghadap ke arah kiblat ketika berada di kuburan seseorang.
“Menilik hadis Bara’ bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk menghadap qiblat ketika pergi berziarah kubur” (HR. Abu Dawud)
5. Dilarang Duduk di Atas Kuburan
Ketika melakukan ziarah kubur, seseorang dilarang duduk di atas kuburan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya hingga tembus ke kulitnya, itu lebih baik baginya dari pada duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim)
6. Mendoakan Ahli Kubur
Tujuan utama ziarah adalah mendoakan dan memohonkan ampun bagi ahli kubur, baik yang diziarahi secara khusus maupun seluruh penghuni makam.
Rasulullah Saw bahkan mengangkat tangan dan memanjatkan doa untuk mereka.
“Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada suatu malam ke Baqi’, beliau lama berdoa, memohon ampun bagi mereka tiga kali, dengan mengangkat kedua tangannya.” (HR. Muslim)
7. Tidak Meminta kepada Ahli Kubur
Ziarah tidak boleh disertai perbuatan meminta kepada penghuni kubur atau menjadikannya perantara (wasilah) kepada Allah.
Baca tanpa iklan