Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Ziarah Kubur sebelum Puasa Ramadhan, Urutan, dan Adabnya

Sebelum puasa ramadhan, muslim di Indonesia biasanya melakukan ziarah kubur. Berikut urutan doa ziarah kubur dan adab ketika melakukan ziarah kubur.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Doa Ziarah Kubur sebelum Puasa Ramadhan, Urutan, dan Adabnya
Tribunnews.com
DOA ZIARAH KUBUR - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Senin (16/2/2026). Sebelum puasa ramadhan, muslim di Indonesia biasanya melakukan ziarah kubur. Berikut urutan doa ziarah kubur dan adab ketika melakukan ziarah kubur. 

Ringkasan Berita:
  • Nabi Muhammad Saw memperbolehkan muslim melakukan ziarah kubur untuk mengingat kematian.
  • Perbuatan yang dilarang adalah menjadikan ziarah kubur sebagai sarana syirik atau pemujaan/meminta-minta kepada selain Allah SWT.
  • Muslim perlu mengetahui adab ziarah kubur, di antaranya mengucapkan salam, mendoakan umat muslim, tidak duduk di atas kuburan, dll.

TRIBUNNEWS.COM - Ziarah kubur sebelum puasa merupakan hal yang biasa dilakukan oleh muslim di Indonesia.

Kementerian Agama menjelaskan tidak ada dalil dalam Al-Quran dan hadis mengenai ziarah kubur sebelum puasa.

Ziarah kubur dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengingat kematian dan mendoakan para ahli kubur.

Hukum ziarah kubur adalah sunah dan dapat dilakukan bagi muslim laki-laki maupun perempuan.

Namun, tujuan ziarah kubur harus diniatkan untuk mengingat kematian, bukan untuk tujuan lain yang menjurus ke syirik.

Rasulullah Saw bersabda: “Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur. Kini, berziarahlah, karena ziarah kubur dapat mengingatkan akhirat.” (HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al-Hakim)

Rekomendasi Untuk Anda

Pada awal Islam, Rasulullah melarang ziarah kubur karena khawatir ziarah kubur dijadikan sarana untuk menyekutukan Allah.

Setelah iman orang-orang pada masa itu telah kuat, Rasulullah mengizinkan muslim melakukan ziarah kubur untuk mengingat kematian.

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan para peziarah dianjurkan memperbanyak bacaan Alquran, dzikir, dan doa untuk para ahli kubur, semua orang yang telah meninggal dunia, dan umat Islam secara keseluruhan.

Dikutip dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah, berikut bacaan doa ziarah kubur.

Baca juga: Doa Mandi Wajib sebelum Puasa Ramadhan, Apa Ada Dalilnya?

Doa Ziarah Kubur

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Assalaamu’alaikum daara qaumin mu’miniin, wa ataakum ma tuu’adun godaan mu’ajjaluun, wa inna insya-Allahu bikum laahiqun

Artinya: “Semoga keselamatan atas kalian wahai para penghuni (kuburan) dari kaum mukminin. Apa yang dijanjikan Allah kepada kalian niscaya akan kalian dapati esok (pada hari kiamat), dan kami Insya Allah akan menyusul kalian…” (HR Muslim)

Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm (1). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn (2). Ar-raḥmānir-raḥīm (3). Māliki yaumid-dīn (4). Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn (5). Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm (6). Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn (7).

Artinya: "(1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. (3) Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (4) Pemilik hari pembalasan. (5) Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat."

Al-Baqarah Ayat 1-5

الٓمّٓ ۝ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ۝ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ۝ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ۝ أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Alif Lām Mīm. Żālika al-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn. Allażīna yu’minūna bil-ghaibi wa yuqīmūnaṣ-ṣalāh wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn. Wallażīna yu’minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika wa bil-ākhirati hum yūqinūn. Ulā’ika ‘alā hudam mir rabbihim, wa ulā’ika humul-mufliḥūn.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas