Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Sholat Safar Sebelum Pergi Haji dan Umrah sesuai Sunah Rasulullah

Sebelum berangkat haji atau umrah, jemaah dianjurkan melaksanakan sholat safar dua rakaat untuk memohon perlindungan Allah selama perjalanan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dwi Setiawan
zoom-in Doa Sholat Safar Sebelum Pergi Haji dan Umrah sesuai Sunah Rasulullah
Tribunnews.com
DOA SHOLAT SAFAR - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Selasa (14/4/2026). Sebelum berangkat haji atau umrah, jemaah dianjurkan melaksanakan sholat safar dua rakaat untuk memohon perlindungan Allah selama perjalanan. 

Amalan ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar perjalanan diberi keberkahan dan perlindungan dari Allah Swt.

Berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud, pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW dan berkata: “Ya Rasulullah, saya hendak pergi ke Bahrain untuk urusan dagang”. Lalu Rasulullah menyuruh orang itu: “Pergilah shalat 2 raka’at” (HR. Thabrani dalam al-Kabir).

Hadits dari Mukmin bin Miqdad menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: “Tidaklah sesuatu yang sangat utama bagi seseorang yang hendak meninggalkan sesuatu pada keluarganya melebihi shalat 2 raka’at yang di tengah mereka kalau ia hendak bepergian” (HR. Thabrani).

2. Berpamitan dengan Keluarga

Saat hendak bepergian, penting untuk berpamitan kepada keluarga agar mereka mengetahui keberangkatan kita. Dalam momen ini, dianjurkan untuk saling mendoakan agar perjalanan diberi keselamatan.

Dari Musa bin Wardan berkata; Abu Hurairah berkata kepada seorang laki-laki: “Kemarilah, saya akan mengucapkan selamat tinggal (berpamitan) kepadamu sebagaimana Rasulullah SAW mengucapkan selamat tinggal kepadaku, atau sebagaimana Rasulullah SAW mengucapkan selamat tinggal; aku titipkan engkau kepada Allah yang tidak menyia-nyiakan titipan-Nya”

Selain itu, dianjurkan berjabat tangan dan mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan.

“Hendaklah kalian saling berjabat tangan, niscaya akan hilanglah kedengkian” (HR. Malik).

Rekomendasi Untuk Anda

“Termasuk kesempurnaan penghormatan adalah berjabat tangan” (HR. Tirmidzi).

3. Saat Keluar Rumah

Ketika keluar rumah, seorang Muslim dianjurkan untuk bertawakal kepada Allah dengan membaca doa berikut:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Doa tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.

Dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya lalu mengucapkan: ‘BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALAALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH (Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah). ‘ Beliau bersabda: “Maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan dan mendapat penjagaan’, hingga setan-setan menjauh darinya. Lalu setan yang lainnya berkata, “Bagaimana (engkau akan mengoda) seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan dan penjagaan.” (HR. Abu Daud)

4. Saat di Dalam Kendaraan

Ketika sudah berada di atas kendaraan, dianjurkan untuk membaca doa safar setelah bertakbir tiga kali:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Subḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hāżal birra wat-taqwā, wa minal ‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hāżā waṭwi ‘annā bu’dah. Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fis-safar wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a‘ūdzu bika min wa‘tsā’is-safar, wa ka’ābatil-manẓar, wa sū’il-munqalabi fil-māli wal-ahl.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas