Doa Mabit di Mina agar Meraih Keberkahan Saat Ibadah Haji
Jemaah haji wajib mabit di Mina selama waktu tertentu. Mabit ini dilakukan setelah mabit di Muzdalifah. Jemaah haji dianjurkan memperbanyak doa.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Mina diibaratkan seperti rahim yang diluaskan oleh Allah SWT saat dibutuhkan.
Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah serta menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak khawatir terhadap keterbatasan tempat.
Secara makna, Mina juga disebut sebagai tempat harapan dan doa. Di sinilah para nabi dahulu bermunajat kepada Allah SWT. Bahkan disebutkan bahwa puluhan nabi pernah beribadah di Masjid Khaif. Oleh karena itu, selama mabit, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak doa karena tempat ini termasuk lokasi yang mustajab.
Selain itu, Mina juga dikenal sebagai tempat penyembelihan hewan kurban. Nama Mina sendiri berkaitan dengan peristiwa ditumpahkannya darah hewan kurban sebagai simbol ketaatan.
Peristiwa tersebut mengingatkan pada kisah Nabi Ibrahim yang diuji untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail, serta dicontohkan kembali oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu, penyembelihan kurban di Mina menjadi simbol ketundukan total seorang hamba kepada Allah SWT.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan