Doa Agar Ibadah Haji Lancar dan Dijauhkan dari Gangguan
Jemaah haji dianjurkan untuk meningkatkan doa, dzikir, selama melaksanakan ibadah haji. Selain itu, jemaah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Larangan ini bertujuan menjaga kesucian ihram dan menghindarkan jemaah dari sikap berlebihan dalam berhias diri selama beribadah. Meski demikian, seseorang masih diperbolehkan memakai parfum sebelum berniat ihram.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim tentang Rasulullah SAW yang memakai wewangian sebelum berihram.
7. Memburu Hewan Darat yang Halal Dimakan
Selama dalam keadaan ihram, jemaah dilarang berburu, membunuh, atau membantu perburuan hewan darat yang halal dimakan.
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Maidah: 96)
Tujuannya adalah menjaga sikap kasih sayang terhadap makhluk hidup serta menciptakan suasana damai selama ibadah haji dan umroh.
Namun, larangan ini tidak berlaku bagi hewan laut maupun hewan berbahaya yang memang diperintahkan untuk dibunuh, seperti tikus atau kalajengking. Jika larangan ini dilanggar, jemaah diwajibkan membayar fidiah sesuai ketentuan syariat.
8. Melakukan Khitbah dan Akad Nikah
Jemaah yang sedang berihram tidak diperbolehkan melakukan khitbah (lamaran), menikah, maupun menikahkan orang lain.
Larangan ini bertujuan agar jemaah tetap fokus menjalankan ibadah dan tidak disibukkan dengan urusan duniawi selama berada dalam kondisi ihram.
Jika akad nikah tetap dilakukan saat ihram, maka akad tersebut dianggap tidak sah dan harus diulang setelah keluar dari ihram. Meski demikian, pelanggaran ini tidak mewajibkan fidiah.
9. Melakukan Hubungan Intim (Jima’)
Hubungan suami istri merupakan salah satu larangan paling berat dalam ibadah haji dan umroh saat masih berihram.
Jika hubungan intim dilakukan sebelum tahallul awal, maka ibadah hajinya menjadi rusak atau batal, meskipun rangkaian ibadah tetap harus diselesaikan.
Selain itu, pelaku diwajibkan membayar dam berupa menyembelih seekor unta. Namun jika hubungan tersebut dilakukan setelah tahallul awal, hajinya tidak batal, tetapi tetap wajib membayar fidiah.
Larangan ini menunjukkan pentingnya menjaga kesucian dan pengendalian diri selama ibadah haji.
10. Mencumbu Pasangan Selain Hubungan Intim
Selain hubungan intim, segala bentuk bercumbu atau rangsangan syahwat dengan pasangan juga dilarang selama ihram.
Larangan ini bertujuan menjaga kesucian hati, pikiran, dan fokus ibadah selama berada di Tanah Suci.
Jika tindakan tersebut menyebabkan keluarnya mani, maka jemaah wajib membayar fidiah yang lebih berat. Namun jika tidak menyebabkan keluarnya mani, fidiahnya lebih ringan.
Walaupun tidak membatalkan haji, perbuatan ini tetap dianggap melanggar kesempurnaan ihram dan harus dihindari oleh setiap jemaah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)