Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

5 Cara Mudah Bantu Si Kecil Belajar Bicara Tanpa Perlu Alat Mahal

Orang tua dapat membantu perkembangan bicara balita melalui aktivitas sehari-hari yang sederhana

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
  • Orang tua dapat membantu perkembangan bicara balita melalui aktivitas sehari-hari yang sederhana
  • Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa tantrum dan bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi anak yang belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata
  • Jika orang tua memiliki kekhawatiran tentang perkembangan bicara anak, intervensi dini sangat dianjurkan

 

TRIBUNNEWS.COM - Melihat si kecil yang sudah bisa berbicara belajar berkomunikasi dengan suara adalah salah satu bagian paling menyenangkan dari masa kanak-kanak, namun juga bisa menjadi masa yang membingungkan.

Sementara sebagian anak tampak tak henti-hentinya mengoceh sebelum usia 2 tahun, yang lain mungkin butuh sedikit lebih lama untuk menemukan kata-kata mereka.

Sangat wajar bagi orang tua untuk bertanya-tanya apakah anak mereka sudah mencapai semua tonggak perkembangan, namun ada cara-cara sederhana untuk mengambil tindakan daripada terus khawatir.

Mengutip situs Parents, Marie Martinez, MS, MEd, seorang ahli patologi wicara-bahasa dan penulis buku Path for Words: Five-Minute Language Learning Activities for Children Ages One to Three Years, mengatakan bahwa berbagai strategi sehari-hari dapat membuat perbedaan besar dalam membantu anak belajar mengekspresikan diri.

Ia berbagi tips praktis yang didukung penelitian untuk mendukung perkembangan bicara dan bahasa si kecil — tanpa memerlukan kartu belajar maupun program les mahal.

Baca juga: Jangan Tunggu Anak Bisa Ngomong Sendiri: Deteksi Dini Speech Delay Itu Penting

5 Cara Orang Tua Meningkatkan Kemampuan Bicara Balita

Baik si kecil baru mulai bergumam atau sudah mulai merangkai kata-kata, wawasan dari para ahli ini dapat membantu mendorong komunikasi, koneksi, dan kepercayaan diri di setiap langkahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

1. Luangkan Waktu untuk Mendengarkan

Fokus pada mendengarkan mungkin terasa aneh bagi kita sebagai orang dewasa yang ingin mengajari anak berbicara, namun ini adalah langkah pertama yang sangat penting. Benar-benar mendengarkan anak dan mengamati tidak hanya suara yang mereka buat — meski hanya celotehan — serta bahasa tubuh mereka, akan membantu kita mengidentifikasi di mana, kapan, dan bagaimana membangun peluang belajar bicara dan bahasa dalam keseharian.

"Sebagai contoh aktivitas, setel timer selama lima menit dan cukup dengarkan suara, kata-kata, dan frasa yang dibuat anak Anda, gerakan yang mereka gunakan, dan aktivitas yang sedang mereka lakukan," saran Martinez. "Buat catatan singkat dan tinjau kembali setiap minggu. Anak berkembang sangat pesat, dan menyimpan catatan kebiasaan mereka akan membantu kita memahami kemampuan mereka, memberikan informasi akurat kepada dokter anak atau tim kesehatan, serta menciptakan fondasi untuk meningkatkan kompleksitas bahasa mereka."

2. Jadikan Pekerjaan Rumah Tangga sebagai Kesempatan Belajar

Bahkan tugas rumah tangga yang paling membosankan pun bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih banyak kosakata kepada anak.

"Saat Anda mengendarai mobil, mencuci piring, atau mencuci baju, bicaralah kepada anak tentang apa yang sedang Anda lakukan," katanya. "Misalnya, saat mencuci baju, saya menyebutkan nama pakaian, mencuci pakaian siapa yang sedang kita masukkan ke mesin cuci atau keluarkan dari pengering, dan saya menggunakan kata kerja 'tuang' dan 'masukkan.'"

Hal ini menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar bahwa setiap benda dan tindakan memiliki nama, yang membangun pemahaman mereka tentang cara menggunakan bahasa. "Pastikan Anda merayakan setiap usaha mereka untuk menirukan Anda secara verbal atau memberikan isyarat terhadap langkah berikutnya," ia mendorong.

3. Manfaatkan Perjalanan di Dalam Mobil

Berada di dalam mobil atau transportasi lain menciptakan kesempatan yang kaya bagi anak untuk meminta lagu, bernyanyi bersama, atau membicarakan ke mana kita pergi dan siapa yang akan ditemui. Anda juga bisa memanfaatkan perjalanan di mobil untuk mengajak anak terlibat dengan pertanyaan tentang apa yang mereka lihat di luar jendela, bagaimana perasaan mereka tentang rencana hari itu, atau bagaimana perasaan mereka bepergian bersama orang tua.

Salah satu cara terbaik dan paling sederhana untuk menghibur sekaligus mendidik anak di mobil adalah mendengarkan musik bersama mereka.

"Pilihan sederhana seperti 'Mau dengar Wheels on the Bus atau Twinkle Twinkle?' menciptakan kesempatan bagi anak untuk meminta lagu, mendengarkan liriknya, atau bernyanyi dan berisyarat mengikuti lagu," kata Martinez.

Playlist Spotify favorit keluarganya adalah Vanderbilt Cognition Lab Songs for Parents and Children. "Penelitian mereka luar biasa, dan mereka telah membuat playlist yang menggabungkan pembelajaran bahasa dan musik," kata Martinez.

4. Maksimalkan Waktu Makan

Martinez mengakui bahwa waktu makan memang sibuk bagi orang tua balita — mulai dari menyiapkan makanan hingga memastikan anak tetap duduk — namun momen yang berulang ini juga bisa dimanfaatkan secara sengaja untuk mengembangkan kemampuan komunikasi.

Orang tua dapat menyebutkan nama setiap makanan dan peralatan makan yang digunakan anak saat makan, untuk menghubungkan kata dengan benda nyata. Salah satu aktivitas makan favorit keluarganya adalah permainan "Di mana...?"

"Saat berkata, 'Di mana gelasmu?' saya akan membuat gerakan dramatis, mengangkat kedua tangan, mengangkat bahu, dan menaikkan alis sambil menatap anak saya. Ketika ia menirukan salah satu gerakan itu, kami merayakannya!" jelasnya.

5. Anggap Perilaku dan Bahasa Tubuh sebagai Komunikasi

Martinez menekankan bahwa penting untuk diingat bahwa saat belajar berkomunikasi dengan cara yang lebih kompleks seiring bertambahnya usia, si kecil akan menggunakan metode komunikasi yang paling mudah bagi mereka saat itu. Dan seringkali itu terlihat seperti ledakan emosi besar karena mereka belum belajar cara mengungkapkan kebutuhan mereka.

"Lain kali balita Anda mengamuk, tarik napas, pastikan semua orang aman, sejajarkan diri dengan tinggi mereka, coba cari tahu apa yang ingin mereka sampaikan, dan berikan cara yang cepat dan mudah bagi mereka untuk mengkomunikasikan kebutuhan mereka," sarannya.

Rayakan Keberhasilan Kecil

Orang tua tidak perlu membebani diri dengan harapan bahwa mereka harus mengajari anak setiap konsep bahasa dan komunikasi. Setiap anak belajar dengan kecepatan mereka sendiri.

"Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, mulailah dengan tujuan kecil dan bangun di atas keberhasilan Anda dan anak Anda," kata Martinez.

Kapan Orang Tua Harus Mencari Bantuan Profesional?

Saran Martinez bagi orang tua adalah bahwa merekalah yang paling mengenal anak mereka. Jika ada kekhawatiran, segera hubungi dokter anak, yang mungkin bisa merujuk ke ahli patologi wicara-bahasa atau pakar intervensi dini lainnya.

"Intervensi dini sangat penting pada tahap perkembangan ini, dan pendekatan 'tunggu dan lihat' mungkin menambah tekanan pada keluarga," jelas Martinez. "Tanda-tanda umum yang perlu diwaspadai sejak dini antara lain ketika bayi tidak tersenyum dan mencoba berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, tidak mengoceh, atau hanya membuat sedikit suara atau gerakan pada usia 9 bulan."

(*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas