Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ramuan Alami Bukan Jaminan Aman, Dokter Ingatkan Jamu Tetap Punya Risiko Jika Salah Takaran

Karena berasal dari bahan alami, tidak sedikit orang yang menganggap jamu pasti aman dikonsumsi. Anggapan itu tak sepenuhnya tepat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Ramuan Alami Bukan Jaminan Aman, Dokter Ingatkan Jamu Tetap Punya Risiko Jika Salah Takaran
Tangkapan Layar Youtube Kompas TV
Ketua Umum Persatuan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, MSi.Herbal. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Ketua PDPOTJI meluruskan anggapan keliru bahwa semua yang alami pasti aman; keamanan jamu tetap bergantung pada kebersihan, dosis, dan cara olah.
  • Meski jamu terbukti empiris secara turun-temurun, salah memilih jenis tanaman obat dan pengolahan yang tidak higienis bisa memicu masalah medis.
  • Sama seperti air putih yang bahaya jika berlebih, konsumsi jamu herbal tetap wajib memperhatikan batasan takaran demi menjaga kesehatan tubuh.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Segelas jamu hangat sering menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia saat badan terasa tidak enak, pegal-pegal, atau sekadar ingin menjaga kesehatan.

Racikan kunyit, temulawak, jahe, kencur, hingga berbagai rempah lain dipercaya telah menemani masyarakat Indonesia selama turun-temurun.

Karena berasal dari bahan alami, tidak sedikit orang yang menganggap jamu pasti aman dikonsumsi.

Semakin alami, dianggap semakin tidak berisiko.

Baca juga: Dipuji Awet Muda, Yuni Shara Mengaku Hanya Rutin Minum Jamu Hingga Baca Al Fatihah

Padahal menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. dr. Inggrid Tania, M.Si, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Rekomendasi Untuk Anda

Di balik popularitas jamu sebagai warisan leluhur, masyarakat tetap perlu memahami cara memilih, meracik, hingga mengonsumsinya dengan benar.

Tidak Semua yang Alami Otomatis Aman

Bagi sebagian masyarakat, kata "alami" sering kali identik dengan aman. 

Padahal menurut Inggrid, keamanan suatu bahan tidak hanya ditentukan oleh asalnya dari alam atau bukan.

Cara pengolahan, pemilihan bahan, kebersihan proses produksi hingga dosis konsumsi turut menentukan keamanan sebuah ramuan herbal.

"Jadi bukan berarti segala apa yang alami itu pasti aman," kata Inggrid pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Selasa (16/6/2026). 

Ia menjelaskan, jamu memang memiliki riwayat penggunaan panjang dalam masyarakat Indonesia.

Ramuan yang diwariskan dari generasi ke generasi umumnya telah melewati pengalaman penggunaan selama puluhan hingga ratusan tahun.

Namun keamanan tersebut tetap bergantung pada cara penggunaannya.

Jika bahan yang digunakan salah, cara meramu tidak tepat, atau dosisnya berlebihan, risiko tetap bisa muncul.

Sudah Diminum Turun-Temurun, Tapi Tetap Harus Benar Cara Pakainya

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas