Eks KSAU Dukung Prabowo Datangkan Jet Tempur dari Qatar: Wilayah Udara Indonesia Harus Terus Terjaga
KSAU Marsekal TNI (Purn) Imam Syufaat buka suara soal pengadaan pesawat jet tempur Mirage 2000-5 dari Qatar oleh Kementerian Pertahanan
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
![Eks KSAU Dukung Prabowo Datangkan Jet Tempur dari Qatar: Wilayah Udara Indonesia Harus Terus Terjaga](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/marsekal-tni-purn-imam-syufaat-123.jpg)
Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Imam Syufaat buka suara soal pengadaan pesawat jet tempur Mirage 2000-5 dari Qatar oleh Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan).
Kata Imam, pengadaan atau pembelian jet tempur oleh Menhan Prabowo Subianto itu dikarenakan adanya urgensi soal ketersediaan alutsista TNI terlebih alam pertahanan udara.
Terlebih kata dia, dalam kondisi perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina yang berdampak pada pergerakan kondisi negara di dunia.
"Kenapa pak Prabowo ingin segera akuisisi Mirage ini karena kondisi alutsista kita dengan adanya perang Ukraina kita bermasalah terhadap pemeliharaan Sukhoi," ucap Imam dalam sambutan di acara Deklarasi Gerrak PPRI dukungan Prabowo Subianto, di Jakarta Barat, Jumat (21/7/2023).
Tak hanya itu, Prabowo kata Imam memiliki perhatian khusus dalam segi pertahanan di bidang udara.
Baca juga: Manuver Budiman Sudjatmiko Temui Prabowo Subianto Dinilai Sebuah Keberanian Lawan PDIP
Kata dia, saat ini bangsa Indonesia harus siap untuk berperang, sehingga, pembaruan alutsista harus dilakukan.
"Kemudian kita kesulitan dalam pengadaan misal udara-udara. Sehingga beliau berpikir bahwa kita harus siap perang di manapun saatnya, dimana pun berada," ucap dia.
Lebih jauh, Imam juga menilai kalau pengadaan atau pembelian jet tempur Mirage ini dinilai tidak bermasalah.
Baca juga: Eks KSAU Marsekal Purn Imam Syufaat Ungkap Alasannya Dukung Prabowo di Pilpres 2024
Sebab, dari segi jam terbang, jet tempur Mirage dari Qatar itu dinilai masih layak untuk menjadi armada perang untuk Indonesia.
"Jadi jam terbang penggunaan airframe itu rata-rata sampai 8 ribu jam terbang. Nah mirage ini baru dipakai sekitar 25-30 persen," ucap dia.
"Jadi masih sepertiganya dari 8 ribu. Dan mirage ini setelah dicek oleh para penerbang, F16 dan sukhoi itu tidak kalah dengan F16 yang tipe a dan b," tukas Imam.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.