Debat Cawapres Ditiadakan KPU, Ini Tanggapan 3 Kubu Paslon
Tanggapan masing kubu pasangan calon (paslon) capres-cawapres menanggapi debat khusus cawapres ditiadakan KPU.
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengadakan debat khusus calon wakil presiden (cawapres) Pilpres 2024 menuai pro-kontra.
KPU menjelaskan, format debat calon presiden (capres) dan cawapres bakal dilakukan bersamaan, alias dihadiri pasangan dalam satu panggung.
KPU mengklaim hal itu bertujuan agar publik dapat melihat team work atau kerja sama masing-masing capres-cawapres.
"Sehingga, kemudian supaya publik makin yakin lah teamwork (kerjasama) antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat," ujar Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari, Kamis (30/11/2023).
Dalam teknisnya, akan ada lima kali debat, tiga debat dipersiapkan untuk capres dan dua debat untuk cawapres.
Pada setiap debat, baik capres dan cawapres, sama-sama bakal didampingi oleh pasangan masing-masing.
Baca juga: Paslon Peserta Pilpres 2024 Bakal Hadir Lengkap dalam 5 Kali Debat Capres-cawapres, Ini Jadwalnya
Lantas bagaimana masing-masing kubu pasangan calon (paslon) capres-cawapres menanggapi hal ini?
1. Tanggapan Kubu 01: Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku menyesalkan KPU tidak mengadakan debat khusus cawapres.
"Menyesal, tidak seperti (Pilpres) lima tahun yang lalu," ucapnya, Jumat (1/12/2023).
Cak Imin berharap debat khusus cawapres tetap digelar KPU.
"Ya pasti masih berharap seperti itu," tuturnya.
2. Tanggapan Kubu 02: Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka setuju dengan perubahan mekanisme yang dilakukan KPU dengan meniadakan debat khusus cawapres.
Hal ini disampaikan anggota Dewan Pembina TKN, Hatta Radjasa.
Hatta mengklaim Gibran tidak memiliki kekhawatiran atau ketakutan untuk menyampaikan gagasan ke publik.