Timnas AMIN akan Ajukan Gugatan Perselisihan Hasil Pemilu ke MK, Bukti & Naskah Tuntutan Sudah Siap
Co-kapten Timnas Amin Sudirman Said menyatakan kesiapan Timnas AMIN dalam mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke MK.
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Co-kapten Timnas AMIN, Sudirman Said mengatakan Timnas AMIN akan melakukan semua cara demi membuktikan dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Sudirman Said menilai, baik itu cara kovensional maupun cara baru, semua itu bisa saja dilakukan.
Pasalnya menurutnya pembuktian dugaan kecurangan Pemilu 2024 ini penting demi mendorong pendidikan politik bagi anak-anak bangsa.
"Kalau didengar anak-anak kita, bisa mendorong pendidikan politik," kata Sudirman dilansir WartakotaLive.com, Minggu (10/3/2024).
Sudirman menyebut, kini Timnas AMIN pun telah siap untuk mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau hasil pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Bahkan bukti-bukti beserta naskah tuntutan untuk MK juga telah disiapkan.
"Secara teknis kami siap," tegas Sudirman Said.
Gugatan ke MK ini dikatakan Sudirman sebagai salah satu upaya Timnas AMIN untuk menempuh jalur hukum dalam menangani dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Kemudian untuk partai pengusung paslon nomor urut satu Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar nantinya akan menempuh jalan politik.
Yakni dengan mengajukan hak angket di DPR, karena hak angket ini adalah kewenangan dari partai.
Selain dua hal tersebut, Sudirman Said juga memberikan instruksi kepada saksi-saksi paslon nomor urut satu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Hasto Klaim PPP Sudah Nyatakan Dukung Hak Angket DPR, Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
Sudirman Said menginstruksikan seluruh saksi untuk menolak hasil Pemilu 2024, agar nantinya proses hukum bisa dilakukan.
"Kita memberi instruksi kepada seluruh saksi di semua level untuk menyatakan menolak hasil kan."
"Itu artinya kan memang sikap kita akan menolak, kemudian akan menyampaikannya dengan pada proses-proses politik," ungkap Sudirman Said.
Baca juga: Jimly Asshiddiqie Sebut Hak Angket Bisa Saja Pengaruhi Hasil Pemilu, Tapi . . .
Lawan Kecurangan Pemilu 2024, Anies Baswedan: Tidak Bisa dengan Cara-cara Lama, Harus Ada Terobosan
Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan mengatakan bahwa saat ini tantangan yang dialami Indonesia berbeda dengan kejadian yang pernah terjadi saat orde baru.
Hal tersebut sekaligus menanggapi terkait pelaksanaan Pemilu 2024 yang dinilai banyak kecurangan masif.
"Problem yang kita hadapi hari ini berbeda dengan yang kita hadapi 25 tahun yang lalu. Problem berbeda yang dihadap pra orde baru," kata Anies dalam rekaman suara saat Demos Festival di Hotel Akmani, Jakarta, Sabtu (9/3/2024).
Karena itu, Anies mengharapkan masyarakat tidak melawan dengan cara yang sama dengan masa orde baru.
Baca juga: Dirikan Sekretariat Bersama di Jakarta, Eks KSAU Prihatin Atas Penyelenggaraan Pemilu 2024
Dia bilang, seharusnya ada terobosan baru untuk menghadapi masalah ini.
"Kalau kita ingin melakukan terobosan dalam menghadapi tantangan sekarang rasanya harus mencari cara baru yang berbeda dengan yang pernah dikerjakan dulu-dulu."
"Karena itu saya melihat tidak bisa dilawan dengan cara yang sama. Harus ada terobosan, harus ada cara baru yang ini membutuhkan diskusi, memerlukan tukar pikiran, memerlukan perdebatan," sambungnya.
Anies pun meminta semua pihak untuk berdiskusi dengan cara yang tepat untuk melawan dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Baca juga: Sekjen PDIP: Kalau Pemilu 2024 Tidak Dikritisi, Hasilnya Simsalabim
"Insipirasi datang dari interaksi dan interaksinya orang orang yang memilih untuk melakukan perubahan tidak membiarkan praktik seperti melenggang tidak ditantang, interaksinya akan memunculkan terobosan," katanya.
Namun, Anies tidak merinci cara melawan terkait berbagai kecurangan maupun pelanggaran yang telah dilakukan selama Pemilu 2024. Hanya saja, cara itu haruslah jalan baru yang belum terpikirkan sebelumnya.
"Karena itu kalau saya bisa menitipkan harapan, harapan saya adalah thingking dan thinkable. Memikirkan yang tidak terpikirkan. Mencari cara baru, mencari jalan baru untuk mengubah kondisi sekarang, untuk melakukan sebuah perlawanan atas permainan yang kita saksikan masif kemarin," ucapnya.
"Nah ini tidak bisa dengan cara-cara lama. Nah apa caranya? mudah-mudahan dalam festival ini bisa terjadi interaksi tukar pikiran, tukar gagasan, tukar pengalaman yang menghasilkan cara baru. Ini sebuah harapan, karena kita semua punya concern yang sama," lanjutnya.
Baca juga: Ganjar Pranowo Beri 3 Catatan Penting Jelang Pengumuman Hasil Repitulasi Pemilu 2024
Lebih lanjut, ia pun mengingatkan agar masyarakat terus menggaungkan pesan perlawanan dan selamatkan demokrasi. Dengan begitu, nantinya banyak masyarakat yang semakin sadar dan berperan aktif masuk ke dalam gerakan.
"Pesan selamatkan demokrasi harus gaungkan, pesan gembira dalam melawan harus digaungkan dan mudah mudahan makin banyak yang menyadari dan makin banyak yang mengambil bagian dalam gerakan dan nantinya akan mencapai keberhasilan yang kita bisa syukuri bersama-sama," pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Timnas AMIN Kerahkan Semua Cara Buktikan Kecurangan Pemilu, Sudirman Said: Ini Pendidikan Politik.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Igman Ibrahim/Anita K Wardhani)(WartakotaLive.com/Yolanda Putri Dewanti)
Baca berita lainnya terkait Pemilu 2024.