BREAKING NEWS: Dasco Gerindra Sebut KIM Plus Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024
Partai Gerindra akhirnya mengakui bahwa Ridwan Kamil diusung sebagai gubernur (cagub) Jakarta di Pilkada 2024.
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco

Selain itu, kata dia, Golkar juga sudah bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi terkait rencana maju di Jabar.
Dia juga menegaskan kalau pembicaraan dengan Dedi Mulyadi, sudah pada sampai tahap keputusan mendukung di Jawa Barat.
"Jadi pembicaraan sudah sampai sana (arah dukungan)," ucap Airlangga.
"Ya kan sudah jelas kalau Jawa Barat begitu," tuturnya menambahkan.
KIM Plus adalah koalisi partai politik yang mengusung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 yakni Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PSI, PBB, Gelora, dan Garuda.
Di luar itu PKB, PKS, dan Nasdem disebut-sebut juga akan bergabung KIM sehingga menjadi KIM Plus.
Koalisi besar itu memunculkan banyak isu.
Termasuk isu duet Ridwan Kamil-Ahmad Syaikhu sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang diusung KIM Plus.
Seperti diketahui, Ahmad Syaikhu adalah Presiden PKS saat ini.
Reaksi Petinggi Golkar
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus menegaskan sejauh ini belum ada kesepakatan apapun terkait siapa yang nantinya mendampingi Ridwan Kamil maju di Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan Lodewijk melanjutkan ungkapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto soal potensi Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendorong Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, dalam acara HUT AMPI ke-46 tahun, Jumat (2/8/2024) malam.
"Kami masih tunggu, belum ada nama yang diusulkan (sebagai cawagub). Ridwan Kamil aja masih jalan dari Bandung. Setelah dia sampai (Jakarta) baru kita (KIM) ngomong," kata Lodewijk.
Kendati begitu, Lodewijk hanya bisa memastikan kalau pasangan untuk Ridwan Kamil jika nantinya benar maju di Pilkada Jakarta adalah bukan dari Golkar juga.
Pasalnya, partai berlogo pohon beringin itu tidak memenuhi syarat perolehan kursi DPRD Jakarta untuk mengusung pasangan cagub-cawagub dari partainya sendiri, atau dalam kata lain harus berkoalisi.
"Masalahnya kan Golkar kan tidak memenuhi kuota untuk mencalonkan sendiri," tandas dia.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.