Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mama Emiliana Kopa Satu-satunya Guide Turis Asing di Kampung Adat Bena Ngada

Emiliana Kopa (53) merupakan pemandu di Kampung Adat Bena, Aimere, Kabupate Ngada, NTT. Ia satu-satunya yang fasih memandu turis asing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Mama Emiliana Kopa Satu-satunya Guide Turis Asing di Kampung Adat Bena Ngada
TRIBUN FLORES/MARKUS GOTI
Seorang anak difoto di antara rumah-rumah panggung di Kampung Adat Bena, Aimere, Kabupaten Ngada, NTT. 

"Untuk pariwisata khususnya ke daerah Bajawa ini, ke Kampung Adat Bena ini, pasti akan saya promosikan," ungkap pria asal Sulawesi ini.

Menurut Apul perjalanan dari Kota Bajawa menuju kampung Adat Bena sangat menyenangkan, meski ada beberapa titik jalan yang rusak.

Tiba di Kampung Adat Bena, Aful kagum dengan tatanan bebatuan di tengah kampung.

"Luar biasa yah nenek moyang kita bisa membangun seperti ini. Kita sekarang ini kalau disuruh seperti ini pasti tidak mampu. Luar biasa yah," ungkapnya.

Apul mengunjungi hampir semua Rumah Adat di Kampung Adat Bena hingga ke ujung kampung yang ada Gua Bunda Maria.

Dia juga membeli sehelai selendang berwarna hitam dengan warga motif kuning hasil tenun warga Kampung Adat Bena.

Jumlah Wisatawan Meningkat

Rekomendasi Untuk Anda

Emanuel Soba, Ketua Pengelola Kampung Adat Bena, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Kampung Adat Bena perlahan mulai meningkat pasca pandemi Covid 19.

"Kami tentu berharap kondisi terus membaik seperti sebelum ada pandemi Covid 19. Dulu sebelum Covid, dalam setahun wisatawan yang datang bisa sampai empat puluh ribu orang," ujarnya.

Saat Covid mulai melanda terutama pada 2020 - 2021, jumlah wisatawan menurun drastis bahkan tidak ada.

Dengan beragam upaya promosi yang dilakukan oleh pemerintah serta berbagai pihak lainnya, tahun 2022 hingga 2023 jumlah kunjungan wisatawan perlahan membaik.

Hal ini juga berdampak pada ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan dan ibu yang sehari-hari menenun, menopang perekonomian keluarga dengan menjual produk-produk tenun dan kerajinan lainnya.(Tribunnews.com/TribunFlores/Laus Markus Goti)

ARTIKEL INI JUGA TAYANG DI ; 

Baca Selanjutnya: Emiliana cemas belum ada penerus pemandu lokal untuk wisatawan mancanegara di kampung adat bena

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas