Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bawa Kartu Jakarta Sehat, Penderita Kanker Serviks Ini Sempat Ditolak 4 Rumah Sakit

Sekalinya bangkit dari tempat tidurnya, ia hanya bisa duduk karena pergerakannya amat terbatas akibat perutnya yang semakin membesar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Bawa Kartu Jakarta Sehat, Penderita Kanker Serviks Ini Sempat Ditolak 4 Rumah Sakit
Warta Kota
Maesaroh, penderita kanker serviks yang sempat dtolak empat rumah sakit, dbawa petugas Sudin Kesehatan Jaktim untuk mendapatkan penanganan di RS Budhi Asih, Kamis (23/4/2015). 

Laporan wartawan WARTA KOTA, Junianto Hamonangan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maesaroh (44) hanya bisa terbaring tak berdaya di rumah kontrakannya di Gang Ayamah No 145, RT 13 RW 02, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sekalinya bangkit dari tempat tidurnya, ia hanya bisa duduk karena pergerakannya amat terbatas akibat perutnya yang semakin membesar.

Perutnya tersebut sangat kontras dengan kondisi tubuhnya yang kurus.

Sejak divonis kanker serviks, lingkar perutnya semakin membesar hingga mencapai 120 cm.

Sayangnya Maesaroh tidak mendapatkan pengobatan maksimal karena sudah empat rumah sakit yang didatangi dan semuanya menolak ibu empat orang anak itu.

Salah seorang anak Maesaroh, Novi (24) menjelaskan pengobatan ke beberapa rumah sakit sudah dijalani ibunya sejak pertengahan tahun 2014 silam.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika itu perut Maesaroh sudah mulai membengkak.

Novi menjelaskan tiga tahun lalu sang ibu didiagnosa dari seorang bidan bahwa ada mium di dalam perutnya.

Maesaroh pun hanya dapat menerima diagnosa itu sembari berharap mium yang dideritanya hilang.

"Kalau berobat ke rumah sakit kan membutuhkan biaya besar. Sementara penghasilannya sebagai buruh masak cuma dapat membiayai kebutuhan hidup sehari-hari," katanya, Kamis (23/4).

Namun kenyataan yang diharapkan malah sebaliknya.

Perut Maesaroh dari hari ke hari kian membengkak.

Pada Desember 2014 silam, Novi pun mencoba membawa ibunya berobat ke RS Pasar Rebo dengan menggunakan Kartu Jakarta Sehat (KJS) berdasarkan rujukan puskesmas setempat.

"Pihak rumah sakit menyatakan ibu menderita kanker serviks dan harus diperiksa dengan menggunakan rontgen BNO, alat radiografi dari saluran kencing. Cuma waktu itu pengobatan di RS Pasar Rebo tidak berlanjut karena rontgen BNO di rumah sakit lagi rusak," kata Novi.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas