Tribun

Ledakan Bom di Sarinah

Jargon 'Kami Tidak Takut' Ditujukan untuk Dua Sosok Ini

Hanya beberapa saat setelah ledakan bom terjadi di M.H Thamrin, warga Jakarta menunjukkan solidaritas dengan menyebarkan slogan "Kami Tidak Takut."

Editor: Rendy Sadikin
Jargon 'Kami Tidak Takut' Ditujukan untuk Dua Sosok Ini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga melakukan aksi simpatik terkait terkait serangan bom Sarinah saat acara Car Feee Day di Kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu (17/1/2016). Pasca serangan teror bom pada Kamis (14/1/2016) lalu, warga melakukan aksi dukungan dengan berbagai cara seperti menaburkan bunga dan beberapa soanduk dukungan penumpasan teroris. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN. 

TRIBUNNEWS.COM - Hanya beberapa saat setelah ledakan bom terjadi di Jalan M.H Thamrin, warga Jakarta menunjukkan solidaritas mereka dengan menyebarkan slogan "Kami Tidak Takut" di media sosial.

Beberapa sosok sederhana dibicarakan dan dijadikan contoh nyata dan aplikasi dari slogan "Kami Tidak Takut".

Sama seperti awal kemunculan jargon tersebut, sosok itu pun muncul di media sosial.

Sosok-sosok itu adalah Jamal dan Muhammad Yunus.

Jamal merupakan tukang sate yang keberadaannya tertangkap mata seorang netizen.

Sebuah akun Path menggunakan nama Wimpy menulis kesannya.

"The satay booth just about 100 meter from terrorist attack area just 2 hours ago and this guy still grill his satay and people keep ordering the satay. This is Jakarta!!! You can't terror Jakarta people!!! Fear is not in our dictionary."

Sedangkan, Muhammad Yunus merupakan seorang pengemudi Go-Jek yang tertangkap kamera sedang menolong wanita dari ledakan bom di Jalan MH Thamrin.

Sosoknya juga menjadi viral di media sosial.

Dia digambarkan sebagai pahlawan karena berani menolong gadis yang tidak ia kenal meskipun ada bahaya mengancam.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas