Biem Benjamin : Jangan Sampai APBD Cuma Digunakan Untuk Pengamanan Penggusuran Saja
Biem menjelaskan APBD DKI Jakarta mencapai Rp 75 triliun dan penyerapan anggaran semenjak Ahok menjadi gubernur
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Gerindra, Biem Benjamin yang juga sebagai Tokoh Betawi mengatakan bahwa seharusnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, habis untuk penggusuran wilayah di Ibukota.
"Jangan sampai APBD cuma digunakan untuk pengamanan penggusuran saja dengan menurunkan ribuan aparat gabungan," ujar Biem saat diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (28/2/2016).
Biem menjelaskan APBD DKI Jakarta mencapai Rp 75 triliun dan penyerapan anggaran semenjak Ahok menjadi gubernur di bawah 50 persen.
Hal tersebut sangat disayangkan olehnya mengingat DKI Jakarta membutuhkan banyak pembangunan yang bermanfaat.
Dirinya mencontohkan beberapa penggusuran yang terjadi belakangan ini seperti di Kampung Melayu dan Kalijodo yang memakai ribuan aparat gabungan yang jika dihitung membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Iya tidak sedikit itu biayanya. Belum sewa alat berat dan lain-lain. Harusnya dialirkan ke pembangunan yang bermanfaat," tambahnya.
Sebelumnya, penertiban bangunan yang berdiri di atas zona hijau di Kalijodo, Jakarta Utara - Jakarta Barat akan berlangsung pada Senin (29/2/2016). 5.000 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP akan diturunakn.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan hampir keseluruhan warga Kalijodo sudah mengosongkan tempat tinggalnya, bahkan sudah dibongkar oleh mereka sendiri.
Masih ada warga yang tinggal, namun diharapkan pada Minggu (28/2/2016) sudah tidak ada lagi yang menempati rumah yang berdiri di atas lahan negara.
5.000 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP telah disiagakan untuk penertiban. Tito menjelaskan tidak semuanya masuk ke dalam kawasan, tapi sebagian menjaga di sekitar area Kalijodo.
"5.000 personel gabungan. Satpol PP di depan. Kita tidak mau underestimate. Yang masuk ke dalam cuma ekskavator dan petugas Satpol PP dibantu Polri, TNI, tapi dikeliling area itu kita jaga semua," ujar Tito di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016).