Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Ivan Haz

Temuan Polisi: Anggota DPR Ivan Haz Enam Kali Transaksi Narkoba

Eko menduga barang haram didapat dari jaringan narkoba yang ada di Kostrad.

Temuan Polisi: Anggota DPR Ivan Haz Enam Kali Transaksi Narkoba
TRIBUNNEWS.COM/TAUFIK ISMAIL
Anggota DPR Komisi IV Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Fanny Safriansyah atau Ivan Haz (berbatik hijau) usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/2/2016). Putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz tersebut ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga. TRIBUNNEWS/TAUFIK ISMAIL 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Fanny Safriansyah alias Ivan Haz enam kali melakukan transaksi narkoba jenis sabu sepanjang tahun 2015 sampai 2016.

Transaksi terakhir Ivan dilakukan sebanyak dua kali pada Januari 2016.

Informasi ini disampaikan Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Eko Daniyanto.

Eko mengatakan informasi itu didapat sebagaimana surat dan informasi yang diterima Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, dari pihak Kostrad.

Lalu, Krishna Murti telah menanyakan kepada Ivan Haz saat dilakukan pemeriksaan tersangka kasus penganiayaan pembantu rumah tangga (PRT), Toipah (20).

Setelah menerima informasi ini, aparat kepolisian akan menelusuri sejauh mana keterlibatan Ivan Haz dan darimana dia mendapatkan barang haram tersebut.

"Kami dalami. Pada 2015 ada empat kali transaksi. Pada 2016 ada dua kali. Kalau transaksi artinya dia membeli berarti tak melalui diri sendiri, tetapi melalui orang lain. Itu kami kejar siapa," tutur Eko, Selasa (1/3/2016).

Dia menjelaskan, aparat kepolisian akan menelusuri informasi itu.

Eko menduga anggota dewan tak mungkin membeli narkoba secara langsung tetapi melalui perantara.

Ivan meminta bantuan perantara, asisten atau anak buah untuk mendapatkan barang haram itu.

Eko menduga barang haram didapat dari jaringan narkoba yang ada di Kostrad.

"Dia melalui orang, asisten atau anak buah yang disuruh ketemu di Kostrad. Ini sedang didalami," kata dia.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas