Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jualan Uang Receh di Kalimalang Rawan Terserempet

Memang tidak perlu keahlian khusus dan sarana memadai untuk berjualan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jualan Uang Receh di Kalimalang Rawan Terserempet
Theresia Felisiani/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - ‎Menjadi penjual uang receh di sepanjang Kalimalang bukan perkara mudah, mengapa? Karena mereka harus bertarung nyawa.

Berjualan di pinggir jalan tanpa ada pengaman khusus membuat para penjual ini rawan terserempet pemudik yang melintas.

Memang tidak perlu keahlian khusus dan sarana memadai untuk berjualan.

Cukup berbekal modal uang receh dan bangku plastik saja, para penjual uang receh ini ‎berusaha meraup rejeki.

Demi melindungi diri dan keselamatan, para penjual uang receh ini punya berbagai macam cara seperti menggunakan topi dan masker, payung, hingga menggunakan tiker sebagai alas duduk.

Gunawan, warga Tambun, Jawa Barat mengaku sudah tiga tahun terakhir ini melakoni pekerjaan sebagai penjual uang receh.

Menurut Gunawan, utamanya yang harus ada ialah modal puluhan juta untuk membeli uang receh dari sang "bos".

Rekomendasi Untuk Anda

"Jualan uang receh tidak ribet, saya juga awalnya diajak temen. Pastinya harus ada modal untuk beli uang receh ke bos. Nanti di drop uangnya. Lalu dari rumah bawa bangku plastik untuk kita duduk dan meletakkan uang receh," kata Gunawan.

Bahkan diutarakan Gunawan, ada juga pedagang yang ‎tidak mau repot yakni dengan berjualan di atas motor mereka.

Selama berjualan sejak siang hingga sore hari, Gunawan tidak perlu teriak-teriak untuk menarik para pembeli.

Pasalnya para pembeli yang rata-rata ialah pemudik motor ini sudah paham bahwa Gunawan adalah penjaja uang receh.

Lalu selama tiga tahun berjualan uang receh, apa saja suka dukanya? Ayah dari tiga anak ini mengaku banyak suka duka yang dialami dan semua dijalani dengan senang hati.

"‎Selama ini jualan aman-aman saja. Dukanya ya panas, banyak debu, takut juga kalau motor pemudik melintas kencang, kami bisa jadi korban," ujarnya.

Sedangkan sukanya yakni bisa mendapatkan uang tambahan untuk keperluan Lebaran.

Apabila bosan menunggu pembeli, menurut Gunawan melihat motor pemudik yang melintas juga bisa menjadi hiburan.

"Hiburannya ya ramai liat pemudik, barang bawaannya banyak. Kadang juga ada yang unik pakai bendera dan lain-lain," kata warga Tambun, Bekasi itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas