Jadi Ahok atau Taufik yang Bohong?
Keduanya saling tuding mengenai penurunan kontribusi tambahan pengembang reklamasi dari 15 persen menjadi 5 persen.
Editor: Robertus Rimawan
"Saya kira saya lebih baik dari dia, kalau mau ngomong jujur," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (6/9/2016).
Ahok mengaku tidak pernah pernah disodorkan tabel simulasi. Dia juga tidak pernah mengucapkan soal "merampok pengembang."
"Gila, yang mau ngerampok elu apa gue. lama-lama gua pikir dia kayak Haji Lulung Juga. Ada laporan kejiawaan dia, dikira nama gue," ujar Ahok.
Meski Ahok membantah, Taufik mengatakan sudah menyampaikan hal yang sebenarnya ketika diperiksa penyidik terkait pembahasan raperda reklamasi.
Dia membantah disebut memfitnah Ahok.
Taufik kemudian menyebut nama Sekretaris Daerah Saefullah sebagai saksi dalam pertemuan itu.
"Yang bohong itu Ahok. Ada Sekda kok saksinya. Menurut saya, Ahok yang bohong dan dia enggak ngaku," ujar Taufik, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/9/2016).
Taufik mengatakan, Ahok tidak hanya berbohong soal tambahan kontribusi, tetapi juga berbohong soal draf kedua raperda dalam persidangan.
Saat sidang, Sanusi bertanya apakah Ahok mengetahui soal draf kedua raperda yang berbeda dari draf sebelumnya.
Dalam draf kedua, ada 13 pasal yang masuk. Padahal, 13 pasal tersebut tidak pernah dibahas sebelumnya.
"Dia juga bohong bilangnya eksekutif enggak pernah kasih draf kedua. Padahal, eksekutif lho menyelundupkan 13 pasal. Terus mau salahin kami? Orang dia yang selundupin," ujar Taufik.
Dalam persidangan sebelumnya, Ahok sudah menjawab soal draf kedua tersebut.
Menurut Ahok, dia tidak mengetahuinya.
Ahok mengaku tidak tahu hal-hal teknis dalam pembahasan raperda.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.