Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anies Baswedan Janji Laksanakan Putusan PTUN Terkait Bukit Duri Bila Terpilih Jadi Gubernur

"Kita ambil tanggungjawab. Kita tidak boleh membiarkan ketidakadilan ini melenggang tak tertantang,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Anies Baswedan Janji Laksanakan Putusan PTUN Terkait Bukit Duri Bila Terpilih Jadi Gubernur
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam acara tasyakuran warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2016) sore. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam acara tasyakuran warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2016) sore.

Tasyakuran tersebut digelar setelah gugatan warga Bukit Duri terhadap penggusuran yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI dikabulkan PTUN Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Anies menegaskan bahwa ketidakadilan di Jakarta tidak boleh berlangsung kembali.

"Kita ambil tanggungjawab. Kita tidak boleh membiarkan ketidakadilan ini melenggang tak tertantang," kata Anies.

Baca: Sindir Kubu Agus Yudhoyono, Anies Baswedan: Kita Harus Fair Keluarkan Statemen

Menanggapi kemenangan warga Bukit Duri di PTUN, Anies berencana akan langsung melaksanakannya jika nanti terpilih sebagai Gubernur.

Rekomendasi Untuk Anda

Mantan Menteri Pendidikan ini berjanji bukan hanya memberikan ganti rugi yang layak.

Ia pun berkomitemen membangun pemukiman Bukit Duri yang aman dan nyaman.

"Saya sampaikan insyaAllah langkah pertama adalah melaksanakan seluruh isi hasil PTUN ini," katanya.

Baca: Plt Gubernur Berniat Rapat di Kereta, Anies Baswedan: Rapat Terenting Hasilnya dan Lihat Biayanya

Menurutnya, pelaksanaan putusan PTUN tentu bukan hanya diberikan ganti rugi yang layak kepada warga Bukit Duri.

"Bukan hanya rumah yang hadir, tapi juga sekolah yang berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan warga," kata Anies.

Nursyahbani sebagai perwakilan dari Liga Perempuan untuk Keadilan Sosial yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakankonsep tanah milik negara diadopsi sejak pemerintahan kolonial.

Yaitu, mereka yang tidak bisa menunjukkan kepemilikan tanah maka akan diambil alih negara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas