Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

Ahok Kritisi Program Rp 1 Miliar untuk RT/RW Agus Yudhoyono

Ahok mengatakan RT/RW tak punya dasar aturan untuk menggunakan Anggaran Pemdapatan dan Belanja Daerah Jakarta.

Ahok Kritisi Program Rp 1 Miliar untuk RT/RW Agus Yudhoyono
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1 Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni dan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat mengikuti debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (13/1/2017). Dalam debat pertama kali ini KPU DKI Jakarta mengangkat tiga isu, yakni sosial-ekonomi, pendidikan-kesehatan, dan lingkungan-transportasi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pertanyakan program pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni soal pemberian dana Rp1 miliar kepada para pengurus RT/RW.

Ahok mengatakan RT/RW tak punya dasar aturan untuk menggunakan Anggaran Pemdapatan dan Belanja Daerah Jakarta.

Baca: Program Pemberdayaan RT/RW Rp 1 Miliar Akan Jadi Senjata Andalan Agus Yudhoyono Saat Debat

Ahok menjelaskan, bahwa RT/RW bukan Pegawai Negeri Sipil.

"Bagaimana caranya RT/RW memegang anggaran. Dasarnya apa? Hanya PNS yang bisa menggunakan anggaran," ujar Ahok di Kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

Ahok menjelaskan anggaran Rp1 miliar mau tak mau akan datang dari APBD DKI.

Sementara APBD DKI harus dipertanggungjawabkan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait setiap akhir tahun anggaran.

"Jadi bagaimana bisa nanti RT/RW menggunakannya? Itu enggak bisa. Belum lagi nentuin indikator warga miskinnya," ucap Ahok.

Ahok menentang program bantuan sosial.

Ahok memilih memberikan dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang nilainya bisa mencapai Rp 7,2 juta per tahun.

"Itu jumlahnya lebih besar daripada bantuan sosial. Cuma ya enggak bisa ditarik tunai saja," ucap Ahok.

Agus menginisiasikan program bantuan sementara dan uang yang dibagikan kepada RT/RW.

Nilai bantuan sementaranya Rp5 juta dan dana ke RT/RW sebanyak Rp1 miliar.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas