Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ribuan Warga Mengantre Untuk Dapatkan Angpau Rp 30 Ribu di Kampung Dadap

Lautan manusia terhampar di depan kediaman milik seorang dermawan, Sabtu (28/1/2017).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ribuan Warga Mengantre Untuk Dapatkan Angpau Rp 30 Ribu di Kampung Dadap
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Lautan manusia terhampar di depan kediaman milik seorang dermawan, di Kampung Dadap, Kecamatan Kosambi Timur, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/1/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Lautan manusia terhampar di depan kediaman milik seorang dermawan, Sabtu (28/1/2017).

Rumah megah itu milik seorang pengusaha bernama Rudi, di Kampung Dadap, Kecamatan Kosambi Timur, Kabupaten Tangerang.

Ribuan warga rela berdesak-desakan dalam antrean untuk memperoleh angpau dari dermawan tersebut di Tahun Baru Imlek.

Kaum ibu, bapak-bapak, remaja, hingga anak-anak berdesak-desakan.

Banyak anak kecil menangis histeris akibat terhimpit ribuan orang itu.

Baca: Adri Tewas Ditembak Pencuri Sepeda Motor Setelah Pergoki dan Berkelahi Dengan Pelakunya

"Ini merupakan tradisi. Pemberian angpau memang umum dilakukan oleh etnis Tionghoa pada momen Imlek ini," ujar Rudi di kediamannya.

Rudi bersama keluarga besarnya juga turut merayakan Imlek.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, setiap tahun sekali dirinya memberikan angpau kepada ribuan warga sekitar.

"Tujuannya untuk memberikan kebahagian dengan warga. Semua warga, dari berbagai suku dan agama," ucapnya.

Romlah, warga Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, rela datang membawa anaknya untuk mendapatkan angpau tersebut.

Sembari menggendong sang buah hati, ia pun turut berdesak-desakan dalam antrean.

Baca: Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil Ditembak Saat Coba Seruduk Polisi Dengan Sepeda Motor

"Isi angpaunya Rp 30 ribu sama nasi kotak. Lumayan lah buat sehari-hari," kata Romlah.

Hasanudin, tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, pengamanan pembagian angpau ini sudah dilakukan secara matang.

Ia mengklaim ada sekitar 3.000 warga yang turut antre memperoleh angpau.

"Ribuan warga ini berasal dari Kosambi dan Teluk Naga. Mereka datang atas inisiatif sendiri," kata Hasanudin.

Penulis: Andika Panduwinata

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas