Ditegur Karena Masih Kantongi HP Saat menuju Bilik Suara, Sylviana Murni Berdalih Lupa
Panitia pemungutan suara mengingatkan para pemilih untuk tidak membawa handpone ketika masuk ke bilik suara.
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 103 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Adnan Ahmad, tempat Sylviana Murni memilih selalu mengingatkan para pemilih untuk tidak membawa handpone ketika masuk ke bilik suara.
Bagi mereka yang membawa handphone, Adnan memintanya untuk menitipkan di meja panitia. Nanti setelah mencoblos baru boleh diambil kembali.
Pantauan Tribunnews.com, Rabu (15/2/2017) saat hendak mencoblos, Sylviana sempat diingatkan karena dia masih mengantongi handphone.
"Bu handponenya dititipkan dulu," ucap Adnan.
Sylviana sempat kaget, dan mengaku nyaris lupa karena masih mengantongi handphone.
"Oh iya lupa, kan dilarang ya," jawab Sylviana.
Selanjutnya menantu Sylviana langsung sigap mendatangi mertuanya untuk selanjutnya membawa handphone Sylviana.
Untuk diketahui jumlah pemilih di TPS 103 ada 550 orang, terdiri dari 281 pemilih laki-laki dan 269 pemilih perempuan. Sehingga total pemilih ada 550 orang.(*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.