Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tokoh Paguyuban Ketoprak Adhi Karya Tidak Anggap Djarot Pencitraan

Saya tidak menganggap ini suatu acara yang dikategorikan pilkada atau pencitraan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tokoh Paguyuban Ketoprak Adhi Karya Tidak Anggap Djarot Pencitraan
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Calon Wakil Gubernur DKI petahana Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri acara 'Paguyuban Bersama Adhi Karya' di Jalan Rumah Sakit Ancol, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (22/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran Calon Wakil Gubernur DKI petahana Djarot Saiful Hidayat dalam acara 'Paguyuban Ketoprak Adhi Budaya' disambut oleh para seniman wayang orang tersebut.

Aris Mukadi, Sutradara dari Paguyuban tersebut mengatakan dirinya tidak melihat kedatangan mantan Wali Kota Blitar itu sebagai 'sebuah pencitraan' dalam momen Pilkada DKI.

"Saya tidak menganggap ini suatu acara yang dikategorikan pilkada atau pencitraan," ujar Aris, di Jalan Rumah Sakit Ancol, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (22/3/2017).

Kendati demikian, ia menegaskan penyambutan yang dilakukan oleh paguyuban tersebut merupakan bentuk dukungan yang secara konsisten dilakukan oleh perkumpulan itu.

"Tapi jelas kami ingin ketemu dengan pak Djarot untuk menunjukkan konsisten kami (dukung) pak Djarot," kata Aris.

Ia menambahkan, sebelumnya paguyuban tersebut selalu mengadakan pertunjukan setiap malam, namun kini hanya digelar seminggu sekali.

"Di sini Komplek Barata, tadinya main (pertunjukan) tiap malem, kemudian (sekarang) main seminggu sekali," ujar Aris.

Rekomendasi Untuk Anda

Pria yang saat ditemui mengenakan blangkon berwarna hitam itu memaparkan bahwa paguyuban tersebut juga melakukan pembinaan tekad bagi para seniman untuk bisa melestarikan kesenian tersebut.

Selain itu pembinaan tekad bertujuan agar para seniman tersebut juga bisa memperkenalkan kesenian itu pada warga ibukota.

"Kebetulan kami ada pembinaan tekad dari seniman dan seniwati untuk tetap melestarikan kesenian, (agar) kesenian itu eksis di masyarakat Jakarta," kata Aris.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas