Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Karena Ini, Koridor 13 Transjakarta Terpaksa tak Beroperasi Malam Hari

Daud mengatakan koridor 13 akan tetap dioperasikan pada 22 Juni mendatang walau tanpa lampu jalan

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Karena Ini, Koridor 13 Transjakarta Terpaksa tak Beroperasi Malam Hari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bus Transjakarta melintas saat ujicoba Koridor 13 Transjakarta di Jakarta, Senin (15/5/2017). Peninjauan tersebut dilakukan guna mengecek kesiapan pengoperasian Koridor 13 Transjakarta rute Ciledug-Tendean. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Koridor 13 Transjakarta terpaksa tak dioperasikan malam hari karena lampu penerangan jalan layang belum terpasang. Lampu itu baru akan dipasang pada 22 Juni mendatang.

Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph, sudah pasrah terkait pengadaan lampu jalan yang lamban.

Belum ada kejelasan kapan pengerjaan pemasangan lampu jalan dimulai. Padahal pemenang lelang sudah ditetapkan Badan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta.

Daud mengatakan koridor 13 akan tetap dioperasikan pada 22 Juni mendatang walau tanpa lampu jalan.

Namun pihaknya hanya mengoperasikan koridor 13 mulai pukul 06.00 sampai pukul 17.00.

Pelayanan malam hari ditiadakan sampai lampu jalan terpasang. Setelah lampu menyala, pelayanan koridor 13 diperpanjang sampai pukul 23.00.

"Sebab berdasarkan kajian keselamatan, tak disarankan mengoperasikan jalan layang koridor 13 tanpa penerangan," jelas Daud.

Rekomendasi Untuk Anda

Lelang pengadaan lampu jalan untuk jalan layang koridor 13 Transjakarta sebenarnya sudah rampung.

Pemenang lelang telah ditentukan oleh Badan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta.

Tapi Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta enggan segera menandatangi kontrak dengan perusahaan pemenang lelang.

Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta, Blesmiyanda, mengatakan, pemenang lelang sudah diumumkan sejak 5 Mei 2017.

Pemenangnya PT GEMAVIRTA ABADI dan telah menandatangani kontrak sejak 5 mei 2017. Nilai kontraknya Rp 17,5 milliar.

"Perusahaan ini menyisihkan 109 perusahaan lain yang ikut lelang," kata Blesmiyanda ketika dihubungi Wartakotalive.com, Minggu (21/5/2017) siang.

Namun, kata Blesmiyanda, Dinas Perindustrian dan Energi belum mau menandatangi kontrak tersebut.

Menurut Blesmiyanda, ada beberapa hal yang tak disetujui oleh dinas terkait. Terutama pihak dinas energi meragukan pengalaman PT Gemavirta Abadi untuk mengerjakan proyek tersebut.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas