Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Izhar Sudah Bercita-cita Ingin Meninggal Saat Salat

Banyak yang justru iri dengan cara dan momentum kematian Izhar, yang disebut banyak orang sebagai kematian yang husnul hotimah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Izhar Sudah Bercita-cita Ingin Meninggal Saat Salat
TRIBUNNEWS.COM/RINA AYU
Jamaah sedang berada di dalam mesjid Al-Ittihaad 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semua manusia hidup akan menuju kematian. Namun, Tuhan memberi sebab berbeda-beda saat malaikatnya mencabut nyawa.

Dalam Islam, husnul khotimah adalah kematian yang dicita-citakan. Seperti yang menimpa seorang pria bernama Izhar (58).

Ia meninggal dunia ketika sedang menunaikan salat Isya di Masjid Al-Ittihad, Jalan Tebet Mas, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/6/2017) malam.

Video rekaman kamera CCTV masjid yang disebarkan pun jadi viral.

Banyak yang justru iri dengan cara dan momentum kematian Izhar, yang disebut banyak orang sebagai kematian yang husnul hotimah.

Staf Ahli Yayasan Bina Sarana Al-Ittihaad Tebet, Budiono, mengatakan, pria yang diketahui bernama Izhar tersebut tengah menunaikan salat isya bersama ratusan jemaah lain.

Posisinya, berada di shaff kelima. "Beliau tetap sujud sejak rakaat kedua sampai selesai salat Isya," kata Budiono ditemui Warta Kota di Masjid Al Ittihad, Tebet, Rabu (14/6/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah selesai salat, sejumlah jemaah berusaha membangunkan Izhar.

Beberapa orang menceletuk bahwa Izhar pingsan.

Melihat Izhar yang tak kunjung bangun, mengundang perhatian jemaah lain.

Baca: Wanita Bugil yang Viral di Medsos Menangis Usai Belanja di Apotek

Beberapa orang terus menepuk mencoba membangunkan Izhar. Namun, Izhar tetap pada posisi sujud.

Salah seorang pengurus masjid kemudian mengumumkan kepada jemaah lainnya untuk bertanya apakah ada yang berprofesi sebagai dokter.

"Banyak yang mengerubungi untuk membangunkan Pak Izhar. Ternyata beliau tidak bangun-bangun. Kemudian ada yang teriak kalau dia pingsan. Akhirnya kami umumkan lewat pengeras suara minta tolong kepada jemaah apakah ada yang dokter dan mempersilakan untuk memberi pertolongan pertama," jelas Budiono.

Usai diumumkan, ada dua orang yang ternyata berprofesi dokter segera memeriksa Izhar.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas