TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gubernur Baru Jakarta

Pepatah Batak Hingga Banjar Dalam Pidato Anies

Dalam pidatonya, Anies mengambil pepatah dari sejumlah daerah di Indonesia di antaranya Batak, Madura, Aceh, dan Banjar.

Pepatah Batak Hingga Banjar Dalam Pidato Anies
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. 

Di Jakarta, tekad satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa persatuan ditegakkan para
pemuda.

Kemudian di Jakarta juga, menurut Anies bendera pusaka dikibartinggikan, tekad menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat diproklamirkan ke seluruh dunia.

Jakarta menurutnya satu dari sedikit tempat di Indonesia yang merasakan hadirnya penjajah dalam kehidupan sehari-hari selama berabad-abad lamanya.

Baca: Ahmad Dhani: Jadi Gubernur DKI Itu Gampang, Bukan Pekerjaan yang Susah

"Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri," katanya.

Menegaskan hal tersebut, Anies meminjam pepatah dari Madura

“Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, 'Itik se atellor, ajam se ngeremme'. Itik yang bertelur, ayam yang mengerami. Seseorang yang bekerja keras, hasilnya dinikmati orang lain," ucapnya.

Ia pun dalam pidatonya mengingatkan pentingnya memperjuangkan persatuan dalam kehidupan kota, tak hanya merayakan keragaman.

Anies pun mengambil sebuah pepatah Aceh “Cilaka rumah tanpa atap, cilaka kampung tanpa guyub.”

"Persatuan dan keguyuban ini yang harus terus kita perjuangkan, dimulai dari meruntuhkan sekat-sekat interaksi antar segmen masyarakatnya, terutama pemisahan ruang interaksi berdasar kemampuan ekonomi," katanya.

Halaman
123
Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas