Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pabrik Petasan Terbakar

Asosiasi Pengusaha: Pemilik Pabrik Petasan yang Meledak di Kosambi Layak Dihukum Berat

Menurut dia, pabrik petasan itu seperti semi pabrik bom yang seharusnya memiliki sistem keamanan yang sangat tinggi.

Asosiasi Pengusaha: Pemilik Pabrik Petasan yang Meledak di Kosambi Layak Dihukum Berat
nur ichsan/wartakota/wartakota
OLAH TKP MELEDAKNYA PABRIK PETASAN - Kapolres Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan, memimpin olah TKP Lanjutan bersama Tim DVI Mabes Polri dan Dokpol Polda Metro Jaya, di lokasi pabrik petasan yang terbakar,Senin (30/10). Olah TKP lanjutan dengan menyisir lokasi asal mula penyebab kebakaran ini untuk mencari kemungkinan masih ada jenazah korban yang belum ditemukan yang tertimbun reruntuhan bangunan. Pada kesempatan itu polisi masih menemukan sisa serpihan kerangka para korban diantara reruntuhan bangunan yang hangus terbakar. Sementara itu di lokasi kejadian puluhan karangan bunga ucapan duka cita dari berbagai kalangan berjejer di muka pabrik, dan warga yang penasaran terus berdatangan untuk melihat dari dekat lokasi kejadian. WARTA KOTA/Nur Ichsan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses, Indra Liyono dan Direktur Operasional Perusahaan, Andria Hartanto harus bertanggungjawab terhadap terbakarnya pabrik petasan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) Sam Aliano, menilai pabrik petasan sebagai lokasi berbahaya yang berpotensi merenggut nyawa para pekerja.

"Pemilik pabrik harus bertanggungjawab dan mendapat hukuman berat karena nekat mempekerjakan manusia dalam jumlah banyak di tempat eksplosif berbahaya," tutur Sam Aliano, Kamis (2/11/2017).

Menurut dia, pabrik petasan itu seperti semi pabrik bom yang seharusnya memiliki sistem keamanan yang sangat tinggi. Namun, apa yang terjadi di pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses, justru sebaliknya.

Bahkan, anggota Brimob yang membantu evakuasi korban menjebol tembok pabrik untuk menerobos masuk tempat kejadian perkara (TKP) di Kabupaten Tangerang.

Baca: Melihat Istana Panda, Rumah Cai Tao dan Hu Chun di Taman Safari Indonesia

Baca: Presiden Jokowi Jajal Tol Becakayu Konvoi Naik Mobil Offroad

"Seperti yang kita lihat pabrik tertutup total, tidak ada jalur evakuasi. Untung ada anggota kepolisian (Brimob) yang menjebol bagian belakang pabrik. Selamatkan lebih dari 30 orang. Saya anggap kepolisian, terutama Pak Kapolres sebagai pahlawan," kata dia.

Pada Kamis (2/11/2017), Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) Sam Aliano, meninjau tempat kejadian perkara (TKP) terbakarnya pabrik petasan milik PT Panca Buana Cahaya Sukses.

Secara langsung, dia melihat dampak dari terbakarnya pabrik petasan yang mengakibatkan puluhan pekerja meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menurut dia, petasan menjadi teror yang meresahkan masyarakat. Apalagi yang kerap bermain petasan, merupakan anak-anak yang tidak paham bahayanya.

Dia menyerahkan bantuan meliputi sembako berupa beras, minyak goreng dan gula pasir. Selain Sam dan Kapolres, ikut hadir Kapolsek Teluk Naga AKP Fredy Yudha Satria dan sejumlah jajaran kepolisian. Termasuk, perangkat pemerintah setempat, mulai dari Ketua RT/RW, Lurah dan Camat.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas