Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mayat dalam Lemari

Polisi Periksa Seorang Tamu Pria yang Pergi ke Tempat Karaoke Bersama Iin Sebelum Hari Pembunuhan

Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan penyidikan terkait kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita.

Polisi Periksa Seorang Tamu Pria yang Pergi ke Tempat Karaoke Bersama Iin Sebelum Hari Pembunuhan
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Dua pelaku pembunuh Iin, Y (24) dan R (17) tiba dari Jambi pada Kamis (22/11/2018) di Bandara Soekarno-Hatta, sekira pukul 11.41 WIB di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (22/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan penyidikan terkait kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita, seorang pemandu karaoke yang ditemukan tewas di dalam lemari.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan pihaknya sudah memeriksa satu dari empat tamu yang diduga pergi ke tempat karaoke bersama Iin, pelaku berinisial NR, dan seorang wanita lain.

"Sementara yang datang (diperiksa) satu orang, informasinya ada empat tamu. Nanti akan kami tanya, yang mana tamu yang menawarkan kepada pihak NR. Berapa jumlahnya yang dikasih (uang) berapa," kata Indra di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/11/2018).

Baca: Satpam Terjebak di Dalam Kamar Setelah Berupaya Lakukan Rudapaksa Terhadap Penghuni Apartemen

Empat orang pria tersebut meminta untuk ditemani ke tempat karaoke di sekitar Kemayoran, Jumat (16/11) malam atau dua hari sebelum Iin dibunuh.

Kemudian Iin yang sebelumnya sudah melakukan komunikasi dengan mereka, mengajak NR dan seorang wanita yang juga merupakan temannya itu ke tempat karaoke.

Tempat itu bukan merupakan lokasi dimana mereka bertiga bekerja.

Baca: Korban Tenggelam Ini Terseret Arus Sejauh 7 Kilometer dari Lokasi Awal

"Ternyata korban ini memang sudah janjian sama 4 orang ini. Mereka janjian dan ketemu sama tamu-tamu itu di sana dan tempatnya ini pun bukan tempat si korban dan NR bekerja," jelasnya.

Mereka bertiga pergi ke lokasi menggunakan taksi online.

Saat di perjalanan, Iin menyindir NR yang selalu mengadukan perbuatannya kepada pelaku berinisial Y.

Sebab itu polisi hingga kini mencari pengemudi taksi online itu guna menanyakan isi perbincangan tersebut saat ditumpangi ketiganya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas