Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

DKI Tak Segan Cabut Izin Pengelola Rusun yang Tak Taati Pergub

"Di Pergub ada sanksinya. Mungkin peringatan atau teguran. Kesatu, kedua, sampai ketiga, baru mungkin ada lanjutan sampai pencabutan izin," kata Kelik

DKI Tak Segan Cabut Izin Pengelola Rusun yang Tak Taati Pergub
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
ILUSTRASI RUSUN - Rusun Sukapura di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (14/8/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi pengelola rumah susun milik (rusunami) atau hunian vertikal di DKI Jakarta yang tak patuh terhadap Pergub DKI Nomor 132 Tahun 2018, maka Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta bakal menerapkan sanksi tegas.

Diketahui, Pergub DKI Nomor 132 Tahun 2018 tersebut tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik.

Baca: Jokowi Unggah Kondisi Rusunawa, Fahri Hamzah: Bapak Dibohongi Staf, Untung Pak Prabowo Nggak Galak

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto mengungkapkan, penerapan sanksi tegas tersebut demi menegakkan keadilan bagi semuanya.

"Di Pergub ada sanksinya. Mungkin peringatan atau teguran. Kesatu, kedua, sampai ketiga, baru mungkin ada lanjutan sampai pencabutan izin," kata Kelik saat ditemui di DPRD DKI Jakarta, Selasa (19/2/2018).

Untuk mengatur keadilan di lingkungan rumah susun yang berada di Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh pihak yang terlibat di rusun untuk menjalankan apa yang tertulis dalam pergub tersebut.

Hal ini disampaikan Anies saat mengunjungi Apartemen Lavande, di kawasan Pancoran Jakarta Selatan tadi malam.

Menurut Anies, hadirnya pergub 132 tahun 2018 tersebut bertujuan untuk mengatur pengelolaan Rusun Milik agar dapat berhasil guna, berdaya guna dan memberikan perlindungan hukum kepada pemilik, penghuni dan masyarakat umum dalam menjadikan rumah susun sebagai tempat tinggal yang sehat, aman, nyaman dan harmonis.

"Itu akan direalisasikan secara bertahap. Itu memang semacem di reset ulang, semua P3SRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun ) yang ada di DKI Jakarta, apartemen-apartemennya, contohnya kemarin di Lavande. Kalau yang ikutin, kemarin Pak Gubernur langsung turun dan awalnya hanya sosialisasi," kata Kelik.

Kelik mengungkapkan, bahwa pergub tersebut direalisasikan secara bertahap.

Dimana, ia memberikan batas tenggat waktu hingga bulan Maret kepada seluruh pengelola rusun untuk mulai menjalankan proses penerapan pergub tersebut.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas