Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2019

Pendatang Baru di Kota Bekasi Harus Segera Urus Surat Keterangan Pindah

Kota Bekasi saat ini berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa, sebagai kota satelit Ibu Kota, untuk mengadu nasib.

Pendatang Baru di Kota Bekasi Harus Segera Urus Surat Keterangan Pindah
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
ILUSTRASI - Penumpang KA Matarmaja baru turun di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI  - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi memprediksi jumlah pendatang baru yang mengadu nasib di wilayah setempat mencapai 9000 jiwa pascalebaran 2019 ini. 

Kepala Dukcapil Kota Bekasi Taufiq Rahmat Hidayat mengatakan, Kota Bekasi merupakan daerah urbanisasi yang terus mengalami peningkatan jumlah penduduk. 

"Untuk Kota Bekasi masyarakat urban bukan hanya datang di lebaran, setiap hari orang masuk ke Kota Bekasi itu selalu ada. Jadi proyeksi itu hanya angka rata-rata saja," kata Taufiq saat dikonfirmasi, Sabtu (8/6/2019). 

Kota Bekasi saat ini berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa, sebagai kota satelit Ibu Kota, daerah tersebut menjadi tempat strategis para pendatang untuk mengadu nasib. 

Taufiq menambahkan, setelah Lebaran ini instansinya akan melakukan operasi yustisi dengan mengerahkan petugas di tiap-tiap kelurahan. 

"Kita akan lakukan pengecekan kelengkapan kependudukanya, seperti KTP, SKPWNI-nya (Suar Keterangan Pindah). Jika lengkap membawa minimal 2 dokumen tersebut maka dilaksanakan proses pelayanan kependudukan di Kota Bekasi," jelas dia. 

Baca: Tak Ada Jaringan Internet, Bocah Ini Meronta-ronta Saat Akan Diajak Mudik ke Kampung Kakeknya

Dia menghimbau, bagi seluruh pendatang di Kota Bekasi menataati peraturan kependudukan. Jangan sampai kata dia pindah di suatu tempat namun tidak mengurus surat kependudukan. 

"Bagi yang datang ke Kota Bekasi tanpa membawa SKPWNI, kami menghimbau agar segera mengurus di Kabupaten/Kota asal," jelas dia. 

Baca: Hari Kelima Lebaran, Calon Pemudik Masih Terlihat di Terminal Bantuan Lebak Bulus

"Intinya di Kota Bekasi masyarakat pendatang yang masuk selama ini tidak bisa hanya dikendalikan dengan operasi Yustisi karena sebagai wilayah yang terbuka, kita selalu berfluktuasi dalam jumlah penduduk. Jadi proyeksi selama ini tidak menjadi tolok ukur utama tetapi bagaimana proses pergeseran penduduknya selaras dengan peraturan yang berlaku," tambah dia. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...

Berita Terkait :#Mudik Lebaran 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas