Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gerindra dan Demokrat Kompak Minta Anies Tutup Rumah Potong Babi di Jakarta Barat

Alasannya karena keberadaan RPH yang dikelola oleh PT Dharma Jaya itu sudah cukup meresahkan warga.

Gerindra dan Demokrat Kompak Minta Anies Tutup Rumah Potong Babi di Jakarta Barat
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Sekretaris Fraksi partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Purwanto saat menyampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang APBD DKI 2020 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta meminta kepada Gubernur DKI Anies Baswedan segera menutup rumah potong hewan (RPH) babi di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat.

Alasannya karena keberadaan RPH yang dikelola oleh PT Dharma Jaya itu sudah cukup meresahkan warga.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Purwanto saat menyampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang APBD DKI 2020 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

"Keberadaan rumah pemotongan hewan babi yang dikelola PT Dharma Jaya di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat telah dilaporkan masyarakat karena sudah menimbulkan keresahan," katanya.

Baca: Soal Ledakan di Monas, Anies Baswedan: Itu Insiden

Pasalnya tempat potong hewan babi ini memiliki limbah dan pencemaran bau yang tak sedap.

Hal itu disebut berdampak pada kegiatan dagang dan usaha makanan masyarakat sekitar hingga timbulkan kerugian.

Kerugian yang ditimbulkan dari keberadaan RPH ini dituding bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian, Pemeliharaan dan Peredaran Unggas.

"RPH tersebut sudah semestinya ditutup karena sudah bertentangan dengan Perda DKI Nomor 4 Tahun 2007," tegas Purwanto.

Baca: Anies Baswedan Beri Apresiasi Peserta Reuni Akbar 212, Sebut Acara Telah Berjalan Tertib dan Damai

Apalagi babi yang dipotong setiap harinya cuma 200 ekor atau hanya cukup menyuplai 10 hingga 20 persen kebutuhan daging babi di Jakarta.

Partai Gerindra meminta kepada Anies Baswedan mengalihfungsikan lima hektar lahan RPH Kelurahan Kapuk, untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas lagi.

"Dari luas RPH yang mencapai lima hektar akan lebih bermanfaat jika dialihfungsikan untuk kepentingan masyarakat luas," ujar dia.

Baca: Anies Baswedan Hadir dalam Reuni Akbar 212, Guntur Romli Berikan Tanggapan

Senada dengan Gerindra, Fraksi Demokrat di DPRD DKI juga meminta kepada Gubernur Anies Baswedan secepatnya menutup RPH babi di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat.

"Demokrat meminta agar Rumah Potong Babi di daerah Kapuk Jakarta Barat segera ditutup karena meresahkan warga," kata Ketua Fraksi Demokrat Desie Christhyana Sari di kesempatan serupa.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas