Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembobolan ATM Ilham Bintang, Pakar Keamanan Siber Sebut Perlindungan Data Sangat Krusial

Pratama Persadha menyebut saat ini di Indonesia data menjadi persoalan serius, karena perlindungan data masyarakat saat ini sangat krusial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
zoom-in Pembobolan ATM Ilham Bintang, Pakar Keamanan Siber Sebut Perlindungan Data Sangat Krusial
TRIBUNNEWS.COM/LUCIUS GENIK
Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap delapan tersangka terkait kasus pembobolan rekening wartawan senior, Ilham Bintang. 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar keamanan siber, Pratama Persadha menyebut di Indonesia saat ini, data menjadi persoalan yang serius.

Karena perlindungan data dinilai sangat krusial bagi masyarakat era digital seperti saat ini.

Hal ini terlihat dari maraknya penipuan atau pembobolan ATM yang terjadi akibat pelaku sangat mudah mendapatkan data pribadi seseorang.

Satu di antaranya yakni, kasus pembobolan rekening melalui nomor telepon seluler milik wartawan senior, Ilham Bintang

Pernyataan ini Pratama sampaikan dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi, yang dilansir dari YouTube Talk Show tvOne, Kamis (6/1/2020).

"Di Indonesia ini data menjadi persoalan serius," tegas Pratama.

"Kenapa? Karena terlalu diumbar, dengan adanya data itu orang dapat melakukan kejahatan," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Contohnya dalam kasus bang Bintang ini," ungkapnya.

x
 Pakar keamanan siber, Pratama Persadha (YouTube Talk Show tvOne)

Pratama pun menjelaskan terkait kronologi kejadian pembobolan rekening milik Ilham Bintang.

"Ada operator (bank) Hendrik yang sudah jadi tersangka ini memliki akses melihat sistem layanan informasi keuangan (SLIK) dari OJK," ujarnya.

"Dia sudah berjalan lama dalam berjualan data itu, tanpa diketahui oleh pihak banknya dan OJK," jelasnya.

SLIK OJK tersebut memuat data pribadi nasabah, di antaranya nomor KTP, limit penarikan uang dalam rekening, dan data kartu kredit.

Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan aksi kejahatannya.

Bahkan dalam aksinya ini terdapat delapan orang yang bersekongkol untuk membobol database korban melalui karyawan bank.

"Dari data itu diambil oleh orang-orang yang memiliki pikiran jahat, untuk kasus Ilham Bintang dapat digunakan untuk penipuan," kata Pratama.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas