Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ini yang Bikin Bapeten Yakin Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Nuklir di Serpong

Abdul Qohhar memastikan tidak ada kebocoran fasilitas nuklir di Serpong Tangerang Selatan hingga Minggu (16/2/2020).

Ini yang Bikin Bapeten Yakin Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Nuklir di Serpong
Kompas.com
Tim satuan Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) pasukan Gegana Brimob Polri melakukan pengecekan lokasi yang terkontaminasi paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/1/2020). Badan Pengawas Tenaga Nuklir meminta warga menjauhi area tanah kosong di Perumahan Batan Indah, samping lapangan voli blok J, seusai menemukan kenaikan nilai paparan radiasi nuklir di area tersebut 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Abdul Qohhar memastikan tidak ada kebocoran fasilitas nuklir di Serpong Tangerang Selatan hingga Minggu (16/2/2020).

Hal itu menyusul adanya kabar yang mengaitkan ditemukannya paparan zat radioaktif Cesium 137 di Perum BATAN Indah Serpong Tangerang Selatan dengan bencana nuklir Fukushima.

Hal itu disampaikan Abdul di Perum BATAN Indah Serpong Tangerang Selatan pada Minggu (16/2/2020).

"Kebocoran ini pasti kita korelasikan dengan, kita hubungkan dengan keberadaan fasilitas nuklir di Serpong. Apakah fasilitas nuklir di Serpong ini mengalami kebocoran atau enggak, mengalami kecelakaan atau enggak. Saya sampaikan, sampai hari ini status seluruh fasilitas, kondisinya normal, tidak apa-apa," kata Abdul.

Baca: Semangat Undang Banyak Teman ke Pesta Ultah, Pemuda Ini Sedih Dapati yang Datang hanya 3 Orang

Meski ia belum bisa memastikan adanya unsur kesengajaan terkait ditemukannya Cesium 137 di pemukiman warga tersebut, namun ia memastikan zat tersebut adalah entitas tunggal radioaktif yang ditemukan di lokasi.

Karena menurutnya, jika ada kebocoran fasilitas nuklir maka bukan hanya Cesium 137 itu yang ditemukan, namun juga zat radioaktif lainnya.

Ia juga menjelaskan, Cesium 137 tersebut adalah zat buatan yang biasanya dimanfaatkan untuk keperluan industri dan lainnya.

"Secara alamiah tidak mungkin di suatu daerah itu ada Cesium 137. Radioaktif pasti ada. Saya bicara Cesium 137. Tidak mungkin di suatu daerah itu ada Cesium 137, kecuali di sana ada pemanfaatan, misalnya. Atau terjadi kasus seperti itu," kata Abdul.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas