Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Buru Sindikat Praktik Aborsi Ilegal di Paseban Jakpus, Diduga Puluhan Bidan Terlibat

Pihak kepolisian saat ini tengah memburu para sindikat praktik aborsi ilegal di Paseban, diduga puluhan bidan terlibat dalam kasus tersebut.

Polisi Buru Sindikat Praktik Aborsi Ilegal di Paseban Jakpus, Diduga Puluhan Bidan Terlibat
(KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)
Konferensi pers pengungkapan klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). (KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA) 

TRIBUNNEWS.COM - Polda Metro Jaya membongkar praktik klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat pada Selasa (11/2/2020).

Sementara penggrebekan yang dilakukan polisi terhadap klinik tersebut terjadi pada Senin (10/2/2020).

Dalam kasus tersebut terdapat tiga tersangka yakni MM alias dokter A. SI, dan RM.

Menurut penuturan dari Kabid Humas Polda Metro jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, klinik ilegal ini sudah hampir dua tahun beroperasi.

Saat ini polisi tengah memburu sindikat terkait kasus aborsi ilegal di Paseban lainnya.

Ia menduga puluhan dokter dan bidan terlibat dalam praktik tersebut.

Tercatat sekitar 1.600 orang lebih telah mendatangi klinik ilegal tersebut, 900 diantaranya telah menggugurkan kehamilan mereka.

"Klinik ini memang klinik ilegal dan tidak ada nama," ujar Yusri yang dilansir YouTube tvOnenews, Senin (17/2/2020).

s
 (YouTube tvOnenews)

Kendati demikian, Yusri mengungkapkan mereka melakukan promosi melalui website online menggunakan nama Namora.

Ia juga mengatakan dalam promosinya itu klinik ilegal ini memberikan penawaran yang menarik kepada calon pasiennya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas