Tribun

Remaja Pembunuh Bocah di Jakpus Ternyata Korban Kekerasan Seksual, Begini Tanggapan Psikolog

Psikolog Maya Savitri turut menyoroti babak baru kasus NF pelaku pembunuhan sadis seorang balita di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Remaja Pembunuh Bocah di Jakpus Ternyata Korban Kekerasan Seksual, Begini Tanggapan Psikolog
TribunMataram Kolase/ Instagram/ (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik remaja 15 tahun yang bunuh bocoh di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).TribunMataram Kolase/ Instagram/ (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI) 

TRIBUNNEWS.COM - Psikolog dari Lembaga Psikologi Anava, Solo, Maya Savitri turut menyoroti babak baru kasus NF pelaku pembunuhan sadis seorang balita di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat

Fakta baru menyebut sebelum melakukan pembunuhan NF merupakan korban kekerasan seksual dan kini diketahui tengah hamil 14 minggu.

Melihat hal ini Maya menyebut apa yang telah dialami NF bisa menjadi salah satu pemicu remaja 15 tahun ini melakukan aksi pembunuhan yang keji.

Mengingat kekerasan seksual dapat membuat korban rentan mengalami berbagai gangguan psikis. 

"Anak (NF) selama ini merasa bingung, tertekan, takut ,cemas, trauma tapi tidak bisa diutarakan ke siapapun, sehingga dia pendam perasaan itu sendiri," kata Maya kepada Tribunnews, Jumat (15/5/2020). 

"Sehingga berpengaruh besar anak melakukan tindak kekerasan. Terlebih selama ini NF dikenal sebagai pribadi yang tertutup," sambungnya. 

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik remaja 15 tahun yang bunuh bocoh 6 tajun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik remaja 15 tahun yang bunuh bocoh 6 tajun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). (TribunMataram Kolase/ Instagram/ (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI))

Kendati demikian Maya juga mengungkapkan faktor keluarga juga dapat menjadi pendorong NF melakukan perbuatan keji.

"Pembentukan karakter di pola asuhnya juga berpengaruh besar (dalam memicu aksi tersebut)," ujar Maya. 

Dilansir Tribunnews, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait sempat mengungkapkan bahwa NF berasal dari keluarga yang broken home.

Alhasil, pola pengasuhan kepada anak pun menjadi tidak terawasi.

Lebih lanjut Maya menjelaskan terkait dampak yang dialami korban kekerasan seksual. 

"Dampak psikologis anak mengalami suatu trauma yang akan dibawa seumur hidupnya kalau tidak ada pendampingan dan terapi," ungkap Maya.

Tak hanya psikologis, kekerasan seksual juga dapat menimbulkan dampak sosial baik dalam jangka pendek maupun panjang.

"Dampak sosial yang  akan ia rasakan yakni hilangnya  kepercayaan pada lingkungan, sehingga  akan membuatnya semakin tenggelam di kesendiriannya," jelas Maya.

Baca: NF Tersangka Pembunuhan Sekaligus Korban Pemerkosaan Kekasih dan 2 Paman, Bagaimana Nasibnya Kini?

Baca: Kemensos: NF Adalah Pelaku Tindak Kekerasan Sekaligus Korban Kekerasan Seksual

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas