Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Minum Kopi Tapi Ogah Bayar Jadi Pemicu 2 Ormas Bentrok di Bekasi

Siapa sangka gara-gara sering ngutang kopi bisa memicu bentrokan yang melibatkan ratusan orang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Minum Kopi Tapi Ogah Bayar Jadi Pemicu 2 Ormas Bentrok di Bekasi
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Api berkobar saat terjadu bentrokan antar-dua ormas di Jalan I Gusti Ngrah Rai, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2020) malam 

Keadaan pun memanas kembali, meskipun telah dilakukan mediasi dan perdamaian.

Namun ternyata pada pukul 18.00 WIB, di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, terjadi saling lempar benda antara kedua kelompok tersebut.

"Di situ situasi memanas, hingga empat unit sepeda motor dibakar dan dua bangunan rusak," kata  Erna.

Ketika pecah bentrok, petugas kepolisian langsung ke lokasi di Jalan I Gusti Ngurah Rai untuk mengendalikan situasi.

"Jadi ketika itu kami mediasi di kantor Polsek Bekasi Kota, malah pecah bentrok di Jalan I Gusti Ngurah Rai," tuturnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko mengatakan, situasi Kota Bekasi kondusif dan aman terkendali seusai bentrokan antara kedua kelompok.

"Situasi dapat terkendali dan secara umum situasi wilayah kota Bekasi aman dan kondusif," ujar Wijonarko, Jumat (22/5/2020) dini hari.

Rekomendasi Untuk Anda

Wijonarko menuturkan, pasca keributan, anggota persatuan bela diri sempat mendatangi Polsek Bekasi Kota.

Hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian mereka karena anggotanya diduga menjadi korban penganiayaan oleh anggota ormas.

Akan tetapi, setelah diajak berdialog mereka membubarkan diri dan menyerahkan kasus ini kepada kepolisian.

"Tadi sudah kita sampaikan ya kita imbau supaya bisa membubarkan diri dan serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Metro Bekasi Kota," kata Wijonarko.

Wijonarko menjelaskan, pihaknya telah memanggil kedua pimpinan ormas tersebut.

Dalam pertemuan itu kedua ormas itu bersepakat, penanganannya diserahkan ke pihak kepolisian.

Harapannya, masing-masing pimpinan ormas dapat mengendalikan anggotanya agar tidak terjadi keributan kembali.

"Dan tadi juga sudah kita sampaikan kepada masing-masing pimpinan untuk dapat mengendalikan anggota dibawahnya."

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas