Dua Warga di Cakung Tandatangani Surat Pernyataan Tak Lagi Menjadi Pengamen Topeng Monyet
Kedua pengamen diminta menandatangani surat pernyataan tak lagi melakukan penganiayaan dan berhenti ngamen topeng monyet.
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan pengamen topeng monyet hingga kini masih ditemukan di kawasan Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Padahal larangan ngamen topeng monyet sudah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2014 lalu.
Aktivitas ngamen mereka viral usai terekam seorang warga saat melakukan penganiayaan terhadap monyet yang dibawa mengamen.
Ketua RT 05/RW 14 Kelurahan Jatinegara, Misto mengatakan kedua pria yang melakukan penganiayaan dalam video merupakan warganya.
Namun bukan hanya kedua pria dalam video viral tersebut warga RT 05/RW 14 Kelurahan Jatinegara yang menjadi pengamen topeng monyet.
Total ada enam warga Misto berprofesi jadi pengamen topeng monyet, mereka memiliki monyet dan anak buah yang membantu ngamen.
Setelah video penganiayaan viral di media sosial, pada Senin (3/8/2020) pihak Kelurahan Jatinegara mendatangi kontrakan dua pengamen.
Kedua pengamen diminta menandatangani surat pernyataan tak lagi melakukan penganiayaan dan berhenti menjadi pengamen topeng monyet.
Baca: VIRAL, Pengamen Atraksi Topeng Monyet di Jakarta, Pukul dan Tendang Satwa Berulang Kali
Menurut Misto, profesi enam warganya ini luput dari pantauan petugas.
Sebelumnya sebuah video memperlihatkan seorang pengamen atraksi topeng monyet menyiksa satwa yang ia bawa.
Videonya mendadak viral di media sosial.
Pada Minggu (2/8/2020) lalu beredar video berdurasi 36 detik yang menampilkan perilaku keji dua pengamen topeng monyet.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakartainformasi, kedua pria terlihat memukuli monyet tersebut secara berulang kali.