Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dua Warga di Cakung Tandatangani Surat Pernyataan Tak Lagi Menjadi Pengamen Topeng Monyet

Kedua pengamen diminta menandatangani surat pernyataan tak lagi melakukan penganiayaan dan berhenti ngamen topeng monyet.

Dua Warga di Cakung Tandatangani Surat Pernyataan Tak Lagi Menjadi Pengamen Topeng Monyet
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tangkapan layar video saat dua pengamen topeng monyet melakukan penganiayaan di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan pengamen topeng monyet hingga kini masih ditemukan di kawasan Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Padahal larangan ngamen topeng monyet sudah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2014 lalu.

Aktivitas ngamen mereka viral usai terekam seorang warga saat melakukan penganiayaan terhadap monyet yang dibawa mengamen.

Ketua RT 05/RW 14 Kelurahan Jatinegara, Misto mengatakan kedua pria yang melakukan penganiayaan dalam video merupakan warganya.

Namun bukan hanya kedua pria dalam video viral tersebut warga RT 05/RW 14 Kelurahan Jatinegara yang menjadi pengamen topeng monyet.

Total ada enam warga Misto berprofesi jadi pengamen topeng monyet, mereka memiliki monyet dan anak buah yang membantu ngamen.

Setelah video penganiayaan viral di media sosial, pada Senin (3/8/2020) pihak Kelurahan Jatinegara mendatangi kontrakan dua pengamen.

Kedua pengamen diminta menandatangani surat pernyataan tak lagi melakukan penganiayaan dan berhenti menjadi pengamen topeng monyet.

Baca: VIRAL, Pengamen Atraksi Topeng Monyet di Jakarta, Pukul dan Tendang Satwa Berulang Kali

Menurut Misto, profesi enam warganya ini luput dari pantauan petugas.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas