Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PSBB di Jakarta

DKI Akui Warganya Cari Hiburan di Kota Penyangga, Ini Respon Wali Kota Tangsel dan Bekasi

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui ada pergerakan warganya ke daerah penyangga selama PSBB jilid II karena lebih ketat dari PSBB transisi.

DKI Akui Warganya Cari Hiburan di Kota Penyangga, Ini Respon Wali Kota Tangsel dan Bekasi
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Suasana sepi pembeli di Mall ITC Mangga Dua, Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (1/10/2020). Pembeli sangat sepi setelah pemberlakuan PSBB total. Bahkan untuk pelaris(pembeli pertama) di kiosnya susah. Beda dengan PSBB transisi dimana pedagangan mulai mengeliat setelah 3 bulan tutup. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengakui ada pergerakan warganya ke daerah penyangga selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pelaksanaan PSBB jilid II memang lebih ketat dibanding PSBB transisi.

Adapun PSBB jilid I dimulai dari Senin (14/9/2020) sampai Minggu (27/9/2020), kemudian diperpanjang selama dua pekan dari Senin (28/9/2020) sampai Minggu (11/10/2020).

Saat PSBB transisi, pemerintah daerah mengizinkan usaha non esensial mempekerjakan karyawannya di tempat kerja sebesar 50 persen, kemudian saat PSBB jilid II dikurangi menjadi 25 persen.

Selanjutnya selama PSBB transisi, pemerintah mengizinkan tempat pariwisata outdoor beroperasi.

Restoran, rumah makan serta kafe juga sudah diizinkan melayani makan di tempat (dine in).

Namun saat PSBB jilid II, tempat pariwisata itu ditutup dan restoran, rumah makan serta kafe dilarang melayani dine in, kecuali diantar atau pesan melalui ojek online.

“Sesungguhnya mobilitas warga itu (di Jakarta) menurun, seiring dengan penutupan unit usaha dan unit kegiatan. Kemudian yang berikutnya, memang ada pergerakan warga Jakarta yang keluar ke sekitar Jakarta,” kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Kamis (1/10/2020).

“Mereka makan ke wilayah Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi karena di Jakarta nggak boleh makan di tempat karena bolehnya diantar, sehingga di kota dan kabupaten sekitar Jakarta ada peningkatan orang yang keluar makan,” ujar pria yang akrab disapa Ariza.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pihaknya akan menindak tegas pelanggar PSBB masa transisi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pihaknya akan menindak tegas pelanggar PSBB masa transisi. (tangkapan di kanal YouTube Kompastv)

Dalam kesempatan itu, Ariza meminta kerja sama dengan pemerintah daerah yang menjadi penyangga DKI Jakarta.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas