Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aktivis KAMI Ditangkap

PDI-P: Yang Kobarkan Energi Negatif Hanya Selamatkan Masa Depan Masing-masing

Dalam serangkaian aksi itu, Mabes Polri mengamankan delapan aktivis KAMI di lokasi yang berbeda.

PDI-P: Yang Kobarkan Energi Negatif Hanya Selamatkan Masa Depan Masing-masing
TRIBUN/DANY PERMANA
Sekjen PDI Perjuangan Hasti Kristiyanto menjawab pertanyaan jurnalis saat bertandang ke redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Hasti memaparkan pandangan PDI Perjuangan terkait UU Cipta Kerja dan persiapan Pilkada 2020. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto enggan berkomentar banyak seputar kehadiran sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di tengah aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

Alumni Fakultas Teknik UGM itu justru mengatakan, yang dibutuhkan Indonesia di tengah situasi krisis akibat pandemi saat ini adalah energi positif.

"Itu Ketua DPC kami sudah menanggapi dari Tangerang Selatan. Jadi cukup Ketua DPC kami yang memberi tanggapan. Intinya saat ini diperlukan semangat persatuan, diperlukan energi positif," ucap Hasto di Markas Tribun Network di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Sebagaimana diketahui, sejumlah aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja baru-baru ini selalu berujung ricuh. Tak terkecuali aksi 13/10 kemarin.

Baca juga: Petinggi KAMI Ditangkap Polisi, Ini Respons Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Mardani, dan Fadli Zon

Dalam serangkaian aksi itu, Mabes Polri mengamankan delapan aktivis KAMI di lokasi yang berbeda.

Tiga dari delapan orang yang diamankan merupakan petinggi KAMI. Ketiganya adalah Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat. 

Sedangkan lima orang lainnya berinisial JG, NZ, WRP, KA, dan Ketua KAMI Medan Khairi Amri.

"Mereka yang di tengah pandemi justru mengobarkan energi negatif, berarti mereka hanya menyelamatkan masa depan masing-masing," tegas Hasto.

Syahganda Nainggolan (kiri) dan Jumhur Hidayat (kanan)
Syahganda Nainggolan (kiri) dan Jumhur Hidayat (kanan) (Kloase tribunnews.com)

Atas dasar itu, Hasto menyatakan, bila berbicara tentang menyelamatkan Indonesia, maka yang diperlukan adalah hadirnya energi positif.

"Kalau berbicara menyelamatkan masa depan bangsa, kita berikan energi positif bagi bangsa ini," pungkas Hasto.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas