Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UU Cipta Kerja

Polisi Ungkap Motif 3 Admin Sosmed yang Dianggap Menghasut Pelajar STM untuk Demo UU Cipta Kerja

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri mengatakan motif tiga admin menghasut pelajar ikut demo murni hanya memprovokasi.

Polisi Ungkap Motif 3 Admin Sosmed yang Dianggap Menghasut Pelajar STM untuk Demo UU Cipta Kerja
tribun jakarta
Puluhan pelajar yang diamankan di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, karena diduga hendak ikut demo tolak UU Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap tiga orang pemuda yang dianggap menghasut pelajar STM untuk melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung anarkis di Jakarta dan sekitarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan tidak ada motif khusus ketiga pemuda itu melakukan provokasi agar mengajak pelajar ikut unjuk rasa melalui akun sosial medianya.

"Tujuannya dia memprovokasi, menghasut, ujaran kebencian dan berita bohong ya dalam bentuk meme-meme dan juga video-video yang dia disebarkan untuk memancing mereka semua STM se-Jabodetabek," kata Yusri kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Admin Akun STM se-Jabodetabek dan @Panjang.umur.perlawanan: Mereka Provokator

Hingga saat ini, ketiga pelaku masih diperiksa di Polda Metro Jaya.

Menurut Yusri, pihaknya juga telah mengantongi barang bukti unggahan provokasi yang dilakukan ketiga pemuda tersebut.

"Ketiganya sudah diamankan di Polda Metro Jaya untuk dikembangkan. Buktinya memang mereka ini udah mengundang untuk membuat kerusuhan, dia provokasi, dia munculkan semua video-video semua untuk turun ke jalan semua untuk melakukan perusakan atau kerusuhan," pungkasnya.

DEMONSTRAN DIJEMPUT ORANG TUANYA - Sejumlah orang tua menjemput anaknya yang ditangkap saat demo berakhir bentrokan. Mereka diamankan di Polda Metrojaya, Jakarta Selatan, Selasa(14/10/2020). Polda Metro Jaya mengamankan 1.377 orang terduga pelaku kerusuhan dalam unjuk rasa anti Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020) kemarin. Ribuan orang ini kebanyakan masih berstatus pelajar dan anak di bawah umur. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
DEMONSTRAN DIJEMPUT ORANG TUANYA - Sejumlah orang tua menjemput anaknya yang ditangkap saat demo berakhir bentrokan. Mereka diamankan di Polda Metrojaya, Jakarta Selatan, Selasa(14/10/2020). Polda Metro Jaya mengamankan 1.377 orang terduga pelaku kerusuhan dalam unjuk rasa anti Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020) kemarin. Ribuan orang ini kebanyakan masih berstatus pelajar dan anak di bawah umur. (Warta Kota/Henry Lopulalan) (WARTAKOTA/Henry Lopulalan )

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap tiga pemuda yang merupakan pemilik akun Facebook STM se-Jabodetabek dan @panjang.umur.perlawanan.

Diduga, ketiga pelaku dianggap melakukan provokasi agar pelajar ikut demo yang berujung anarkis.

Kedua akun itu diketahui mengajak unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pertama kali pada Kamis (8/10/2020) dan Selasa (13/10/2020) lalu.

Dalam hal ini, kedua akun ini dikendalikan oleh MLAI (16), WH (16) dan SN (17).

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas