Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hindari Kepadatan Arus Balik, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Pulang Lebih Awal

Libur panjang membuat volume kendaraan meninggalkan Jakarta meningkat 40,3 persen dibanding sebelumnya.

Hindari Kepadatan Arus Balik, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Pulang Lebih Awal
HANDOUT
Gerbang Tol Cikampek Utama. 

TRIBUNNEWS.COM - Libur panjang membuat volume kendaraan meninggalkan Jakarta meningkat 40,3 persen dibanding sebelumnya.

Pihak  Jasa Marga lantas mengimbau pengguna jalan yang meninggalkan Jakarta pada periode libur panjang di akhir pekan ini untuk pulang lebih awal.

Seruan ini disampaikan agar pengguna jalan dapat menghindari puncak arus kendaraan yang kembali ke Jakarta.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, Jasa Marga telah mencatat sebanyak 509.140 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode tiga hari libur cuti bersama dan Maulid Nabi 1442 Hijriyah, 27-29 Oktober 2020).

Baca juga: Sebuah Mobil Tiba-tiba Berhenti hingga Buat Macet, Ternyata Ada Ular Sanca 3 Meter Melilit Velg Ban

“Jumlah volume lalu lintas (lalin) yang meninggalkan Jakarta ini naik 40,3 persen jika dibandingkan lalin new normal,” terangnya dalam siaran pers.

Heru menegaskan pentingnya pengguna jalan untuk menghindari waktu yang bersaman untuk kembali ke Jakarta untuk menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di hari Minggu (1/11/2020) yang diprediksi menjadi puncak arus kendaraan yang kembali ke Jakarta.

“Kami mengimbau agar pengguna jalan dapat mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta lebih awal,” imbuhnya.

Personel Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur saat melakukan Operasi Zebra 2020 di DI Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (26/10/2020). Polri menggelar Operasi Zebra yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia mulai 26 Oktober hingga 8 November 2020 dengan menyasar lima pelanggaran prioritas yaitu pengendara melawan arus, pengendara tidak memakai helm, pelanggaran terhadap stop line, pelanggaran sirene dan rotator, pengendara melintas di bahu jalan, khususnya jalan tol. (Tribunnews/Jeprima)
Personel Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur saat melakukan Operasi Zebra 2020 di DI Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (26/10/2020). Polri menggelar Operasi Zebra yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia mulai 26 Oktober hingga 8 November 2020 dengan menyasar lima pelanggaran prioritas yaitu pengendara melawan arus, pengendara tidak memakai helm, pelanggaran terhadap stop line, pelanggaran sirene dan rotator, pengendara melintas di bahu jalan, khususnya jalan tol. (Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/JEPRIMA)

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk dapat memberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan penempatan petugas di lokasi rawan kepadatan. Kami mohon kerjasama pengguna jalan untuk tidak kembali ke Jakarta di hari Minggu,” tambah Heru.

Heru menerangkan pemberlakuan contraflow pada arus balik di antaranya untuk menghindari kepadatan pertemuan dua lalu lintas Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta di KM 66 Simpang Susun Dawuan serta kepadatan jelang akses masuk dan keluar rest area KM 62 dan KM 52.

“Kami juga memastikan proyek pekerjaan di jalan tol yang berpotensi mengganggu lajur dihentikan sementara, termasuk pekerjaan mobilisasi peralatan,” tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas