Tribun

Virus Corona

Gubernur DKI Minta Warga Tak Gelar Kegiatan yang Perburuk Pengendalian Covid-19

Anies Baswedan meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan yang bisa memperburuk upaya pengendalian Covid-19.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Gubernur DKI Minta Warga Tak Gelar Kegiatan yang Perburuk Pengendalian Covid-19
Kompas.com/Singgih Wiryono
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan salam kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/11/2020)(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan yang bisa memperburuk upaya pengendalian Covid-19.

Kata dia, saat ini pemerintah terus menggencarkan 3T meliputi testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan).

Sementara masyarakat diharapkan terus mengedepankan prinsip 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Jadi jangan sampai kita ingin melakukan kegiatan yang justru membuat pengendalian Covid-19 ini menjadi buruk," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2020).

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini tegas mengatakan bakal menindak setiap orang yang melanggar ketentuan pembatasan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

"Bila ada yang melanggar akan ditindak dan ada aturannya. Di dalam aturan Pergub di situ ada, dan itu yang kita tegakkan," tegas Anies.

Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan oleh anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya menggunakan kendaraan water cannon di sekitar Markas Front Pembela Islam (FPI), di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). Penyemprotan dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB menggunakan sejumlah kendaraan water cannon dari berbagai sisi jalan. Kegiatan itu sebagai komitmen Polda Metro Jaya untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) setelah ditemukan adanya beberapa warga yang terpapar Covid-19 seusai menghadiri acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan anak Rizieq Shihab yang diselenggarakan di kawasan tersebut. Tribunnew/Jeprima
Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan oleh anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya menggunakan kendaraan water cannon di sekitar Markas Front Pembela Islam (FPI), di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). Penyemprotan dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB menggunakan sejumlah kendaraan water cannon dari berbagai sisi jalan. Kegiatan itu sebagai komitmen Polda Metro Jaya untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) setelah ditemukan adanya beberapa warga yang terpapar Covid-19 seusai menghadiri acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan anak Rizieq Shihab yang diselenggarakan di kawasan tersebut. Tribunnew/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Atas hal itu ia berharap masyarakat paham dan mengerti tugasnya untuk taat pada prinsip 3M.

Sedangkan sisi pemerintah dipastikan terus menjalankan 3T.

Sebagaimana pemerintah lewat Satgas Covid-19 juga terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M.

Baca juga: Kebijakan Mendikbud Buka Sekolah di Januari 2021, Anies Akan Konsultasi ke Pakar

Kampanye ini terus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

"Jadi kita berharap kepada semua pihak, mari kita tertib menjalankan. Kami di pemerintah pasti menjalankan yang 3T. Dan kami berharap masyarakat menjalankan 3M," pungkas dia.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas