Tribun

Penyesalan Bapak 9 Anak Pernah Ngemis, Malu dan Merasa Jadi Pemalas hingga Kini Pilih Dagang Asongan

Seorang pria bernama Sugeng (62) mengaku menyesal pernah mencari uang dengan cara mengemis di Klender Jakarta Timur.

Editor: Ifa Nabila
Penyesalan Bapak 9 Anak Pernah Ngemis, Malu dan Merasa Jadi Pemalas hingga Kini Pilih Dagang Asongan
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Sugeng, pedagang asongan di lampu merah Pangkalan Jati, Makasar, Jakarta Timur, Senin (21/12/2020). 

"Malu dan menyesal pernah menjadi pengemis," ujarnya berulang kali.

"Saya merasa kalau pengemis itu seolah-olah kayak orang malas. Akhirnya pelan-pelan saya kumpulkan uang ebih dulu untuk jualan asongan seperti ini. Alhamdulillah anak-anak juga pada bantu buat modal," jelasnya.

Jualan asongan

Menyesali perbuatannya yang menjadi pengemis, Sugeng berhasil mencari pekerjaan yang lebih baik.

Meski penghasilannya tak menentu, ia mengaku senang dan bahagia.

"Saya lebih bahagia jualan asongan di lampu merah Pangkalan Jati ini. Biarpun sehari cuma Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu, saya enggak terbebani lagi. Sebab jadi pengemis juga sama penghasilannya," jelasnya.

Sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari, Sugeng sudah menjajakan tisu, lem dan kanebo di lampu merah Pangkalan Jati.

Bila rezekinya sedang bagus, Sugeng bisa membawa pulang uang sekitar Rp 50 ribu.

"Memang tidak begitu ramai yang beli. Tapi paling tidak kalau lagi milik bisa dapat Rp 50 ribu," jelasnya.

Menariknya, kisah perjuangan Sugeng yang beralih dari pengemis menjadi pedagang asongan sempat viral di media sosial.

Halaman
1234
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas