Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wali Kota Semarang Paparkan Politik Hijau, Perlukah Ditiru Pemprov DKI Jakarta?

Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta tampaknya perlu mengikuti apa yang dilakukan oleh Kota Semarang, Jawa Timur.

Wali Kota Semarang Paparkan Politik Hijau, Perlukah Ditiru Pemprov DKI Jakarta?
Facebook @pdiperjuangan
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam diskusi virtual bertajuk "Politik Hijau PDI Perjuangan" pada Sabtu (20/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta tampaknya perlu mengikuti apa yang dilakukan oleh Kota Semarang, Jawa Timur.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa salah satu perwujudan 'politik hijau' yang dilaksanakan pihaknya adalah terkait manajemen pengelolaan dan pengendalian sampah.

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Semarang selalu diancam banjir rob yang bukan hanya disebabkan oleh kondisi alam, namun juga bagaimana perilaku dalam menjaga lingkungan.

Salah satunya adalah manajemen sampah.

Kata Hendi, sejak tahun 2018 hingga tahun 2020, setiap tahun volume sampah yang diolah oleh pihaknya terus meningkat.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Ajak Kader PDIP Wujudkan Politik Hijau

Dari 850 ton sampah per hari di 2018, kini volumenya sudah meningkat hingga 1200 ton sampah perhari. 62 persen dari sampah itu berjenis sampah organik.

Dan sisanya adalah non organik seperti plastik. Semuanya diolah di TPA Jatibarang, Semarang.

"Diprediksi jumlah sampah ini akan terus meningkat seiring peningkatan perekonomian, dan lain sebagainya," kata Hendi.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi virtual bertajuk "Politik Hijau PDI Perjuangan" pada Sabtu (20/2/2021).

Acara ditayangkan secara langsung dari youtube resmi @pdiperjuangan dan akun facebook @pdiperjuangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas