Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BMKG: Hujan Lebat di Jakarta Diperkirakan Terjadi hingga 24 Februari 2021, Waspadai Potensi Banjir

BMKG mengatakan hujan dengan intensitas rendah-lebat terjadi di Jakarta hingga Rabu (24/2/2021) mendatang. Warga diimbau waspadai potensi banjir.

BMKG: Hujan Lebat di Jakarta Diperkirakan Terjadi hingga 24 Februari 2021, Waspadai Potensi Banjir
Tribunnews/Jeprima
Tol JORR TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021) - BMKG mengatakan hujan dengan intensitas rendah-lebat terjadi di Jakarta hingga Rabu (24/2/2021) mendatang. Warga diimbau waspadai potensi banjir. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta masih akan diguyur hujan dengan intensitas rendah sampai lebat hingga Rabu (24/2/2021) mendatang.

Pada Minggu (21/2/2021), intensitas hujan cenderung melemah menjadi intensitas rendah hingga Senin (22/2/2021).

Namun pada Selasa (23/2/2021) dan Rabu (24/2/2021) intensitas hujan akan meningkat kembali menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

"Minggu (21/2) intensitas hujan cenderung melemah menjadi intensitas rendah hingga 22 Februari," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip dari bmkg.go.id.

"Dan akan meningkat kembali menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada tanggal 23 sampai dengan 24 Februari ," lanjut dia.

Baca juga: Banjir Terjang Ibu Kota, Perahu Karet dan Dapur Umum Baguna PDIP Diterjunkan

Untuk itu masyarakat masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang berpotensi memicu banjir di ibu kota.

Adapun Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menjabarkan, penyebab kondisi cuaca ekstrem yang memicu banjir di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Yaitu karena sejumlah faktor, di antaranya pada 18-19 Februari 2021 tarpantau adanya seruakan udara dari Asia yang cukup signifikan mengakibatkan peningkatan awan hujan di Indonesia bagian barat.

Kemudian terpantau aktivitas gangguan atmosfer di zona equator (Rossby equatorial) mengakibatkan adanya perlambatan dan pertemuan angin dari arah utara membelok tepat melewati Jabodetabek.

Juga terjadinya tingkat labilitas dan kebasahan udara di sebagian besar wilayah Jawa bagian barat yang cukup tinggi.

Halaman
12
Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas