Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PSI Ingatkan Gubernur Anies, Lalai Atasi Banjir Bisa Menyengsarakan Rakyat Kecil

PSI mengingatkan Gubernur Anies Baswedan bahwa kelalaiannya mengatasi banjir telah menyengsarakan rakyat kecil Jakarta.

PSI Ingatkan Gubernur Anies, Lalai Atasi Banjir Bisa Menyengsarakan Rakyat Kecil
Tribunnews/Jeprima
Aktivitas warga saat banjir merendam permukiman warga di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2021). Akibat hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota Jakarta sejak Jumat dini hari kawasan Cipinang Melayu kembali terendam banjir setinggi 2 meter. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan Gubernur Anies Baswedan bahwa kelalaiannya mengatasi banjir telah menyengsarakan rakyat kecil Jakarta.

Rakyat kecil yang paling menderita saat banjir menerjang rumah-rumah mereka.

“Banjir menambah penderitaan rakyat kecil. Ketika pandemi datang, beban hidup mereka sudah berat. Apalagi ditambah banjir sekarang. Ini yang seharusnya menjadi keprihatinan Gubernur Anies Baswedan,” kata Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina, Minggu (21/2/2021).

Elva melanjutkan, dari pengalamannya turun ke lokasi banjir, kebanyakan rakyat kecil tidak punya lantai atas untuk menyelamatkan barang-barang.

Baca juga: Jakarta Kebanjiran, 1.361 Jiwa Mengungsi, Ini Penyebabnya Menurut Gubernur Anies

Akibatnya, banyak barang mereka yang hancur atau rusak karena terendam.

Lebih menyedihkan lagi kalau yang rusak itu adalah barang yang sehari-hari dipakai untuk mencari nafkah.

Misalnya gerobak jualan

“Begitu banjir selesai, mereka harus mengeluarkan uang lagi untuk mengganti barang yang rusak. Jika mengingat hal ini, Gubernur Anies pasti lebih serius berupaya mencegah banjir. Jangan-jangan mereka memang tak pernah mengingat rakyat kecil,” lanjut Elva.

Di bawah Gubernur Anies, DKI Jakarta menghapus program normalisasi sungai, menggantinya dengan naturalisasi.

“Tapi, naturalisasi sungai ini cuma wacana, tidak dikerjakan di lapangan. Akibatnya banjir kian memburuk dan rakyat kecil yang paling tedampak," lanjut Elva.

Selain itu, menjelang musim hujan, tidak terlihat ada kerja-kerja mengeruk sungai, membersihkan saluran air, dan mengecek pompa.

Banjir terjadi secara merata di banyak wilayah Jakarta pada Sabtu 20 Februari 2021.

Ketinggian air bervariasi, dari 30 cm sampai 3 meter.

Sekitar 1.300 warga harus dievakuasi dari rumah masing-masing.

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas