Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pemalsu KTP Elektronik Ditangkap, Polres Tanjung Priok Sita Alat Laminating dan Alat Potong 

Bermula dari aduan masyarakat banyak oknum yang mengurus pengeluaran barang menggunakan e-KTP Palsu, polisi tangkap satu tersangka inisial MR.

Pemalsu KTP Elektronik Ditangkap, Polres Tanjung Priok Sita Alat Laminating dan Alat Potong 
Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok
Foto barang bukti berupa KTP elektronik palsu dari tersangka MR diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap satu  pelaku pemalsuan KTP elektronik berinisial MR.

Ulang pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat. 

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat perihal peredaran KTP elektronik palsu.

“Kami mendapat aduan masyarakat pengguna jasa kepelabuhan yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok, banyak oknum yang mengurus pengeluaran barang menggunakan e-KTP Palsu,” kata David, Minggu (22/3/2021). 

Baca juga: Polisi Bongkar Penyelundupan Meterai Palsu di Tangerang, Rugikan Negara Rp 37 miliar

Baca juga: Beredar Meterai Palsu, Ini 3 Cara Mudah Membedakannya : Dilihat, Diraba, dan Digoyang

Menanggapi aduan masyarakat itu, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok lalu melakukan penyelidikan dan pendalaman.

Seorang pelaku berinisial MR pun berhasil ditangkap. 

“Pelaku MR mengaku sudah satu tahun menerima pesanan pembuatan e-KTP palsu tersebut,” ucap David. 

Selama satu tahun tersebut, MR telah membuat KTP elektronik palsu sebanyak 225 lembar dan telah beredar di kalangan masyarakat luas.

Biaya pembuatan pun bervariasi sesuai pesanan. 

“Tarif satu lembarnya antara Rp 200-300 ribu dan sudah beredar 225 lembar e-KTP palsu di tengah masyarakat hasil cetakan dari pelaku MR,” ucap David.

Baca juga: Beroperasi Sejak 2015, Sindikat Pemalsu Buku Nikah Pasang Tarif Rp 3,5 Juta untuk 2 Buku Nikah Palsu

Halaman
12
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas