Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibu Hamil Kader Jumantik Korban Kedua Teror Penembakan di Ciracas, Benarkan Karena Peluru Nyasar ?

Misteri penembakan di Ciracas masih belum terkuak, ibu hamil ternyata korban kedua diduga peluru nyasar, polisi didesak segera ungkap teror penembakan

Ibu Hamil Kader Jumantik Korban Kedua Teror Penembakan di Ciracas, Benarkan Karena Peluru Nyasar ?
Istimewa
Ilustrasi penembakan 

Pasalnya terlepas dugaan warga penembakan yang menimpa Anah bukan kasus penembakan peluru nyasar karena lintasan peluru terhalang rumah dua lantai, pelaku penembakan masih misteri.

Kondisi Anah yang kini sedang mengandung anak ketiga di usia hamil muda pun turut memengaruhi ketakutan warga RT 09/RW 09 pelaku penembakan menyasar perempuan.

Sementara penyelidikan kasus penembakan yang menimpa warga RT 09/RW 09 lainnya, Demin Sitinjak (69) pada bulan September 2020 lalu kini mandek karena kasus tak kunjung terungkap.

"Memang dengan kasus bu Anah ini sudah dua kali kejadian penembakan di lingkungan RT 09. Walaupun kita tidak tahu pasti apa kasus pak Sitinjak dengan bu Anah ini terkait atau tidak," ujarnya.

kader jumantik ditembak 4
Ketua RT 09 RW 09 Achmad Joko Haryanto saat menunjukkan lokasi penembakan Anah (41) di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2021).

Joko menuturkan sepengetahuannya tidak ada satu pun warganya memiliki senjata api, senapan angin, atau musuh yang mengakibatkan penembakan dengan tujuan teror.

Hal ini sudah disampaikan ke jajaran Polrestro Jakarta Timur yang sudah melakukan olah TKP di hari kejadian tapi masih belum menemui titik terang mengungkap kasus.

"Saya berharapnya pelaku cepat tertangkap, biar warga enggak takut lagi. Yang paling ketakutan itu dua kader Jumantik yang bersama bu Anah saat kejadian, karena mereka melihat langsung," tuturnya.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan dari hasil penyelidikan sementara jajarannya tidak ditemukan unsur kasus peluru nyasar dalam penembakan Anah.

Selain meminta keterangan kronologis kejadian kepada dua kader Jumantik yang bersama Anah saat kejadian jajaran Polrestro Jakarta Timur sudah memeriksa CCTV di sekitar lokasi penembakan.

"Sementara belum ada tanda-tanda itu akibat (penembakan) peluru nyasar," kata Erwin.

Lurah Kelapa Dua Wetan Desak Polisi Ungkap Penembakan di Ciracas

Jajaran Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur menyesalkan kasus penembakan kader Jumantik warga RT 09/RW 09 mereka, Anah (41).

Lurah Kelapa Dua Wetan Sandy Adamsyah berharap pelaku penembakan yang beraksi pada Rabu (24/3/2021) saat Anah hendak mengontrol jentik nyamuk di permukiman warga lekas ditangkap.

"Semoga cepat terungkap kejadian ini oleh pihak berwajib. Sehingga memberikan rasa aman bagi warga masyarakat dan tidak ada kejadian seperti ini lagi," kata Sandy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (28/3/2021).

Lokasi Penembakan Bakal Dipasang CCTV

Warga RT 09/RW 09, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur dirundung takut akibat penembakan yang menimpa kader jumantik mereka, Anah (41).

Pasalnya sebelum kasus yang terjadi pada Rabu (24/3/2021) sekira pukul 10.20 WIB, aksi penembakan serupa menimpa Demin Sitinjak (69), warga RT 09/RW 09 lainnya pada November 2020 silam.

Ketua RT 09/RW 09, Achmad Joko Haryanto mengatakan hingga kini kedua kasus penembakan tersebut menimbulkan ketakutan karena pelaku belum berhasil diringkus Polrestro Jakarta Timur.

"Lokasi penembakan bu Anah dan pak Sitinjak itu berdekatan, memang lokasinya sepi. Makannya untuk antipasi biar enggak ada kasus serupa kita berencana pasang CCTV di lokasi," kata Joko di Jakarta Timur, Minggu (28/2/3/2021).

kader jumantik ditembak 5
Demin Sitinjak (69) saat menunjukkan ceceran darah lokasi penembakan Anah (41) di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021).

CCTV tersebut dimaksudkan mencegah aksi kejahatan jalanan terjadi, khususnya di Jalan Kampung Baru I lokasi rumah Sitinjak dan Anah tertembak di bagian belakang paha kanannya.

CCTV rumah Sitinjak yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penembakan Anah sebenarnya sudah diamankan jajaran Polrestro Jakarta Timur saat melakukan olah TKP pada Rabu (24/3/2021).

Hanya saja tidak diketahui pasti apa rekaman CCTV dari rumah Sitinjak tersebut menyorot pelaku penembakan Anah yang kini sedang mengandung anak ketiga di usia hamil muda.

"Kita enggak tahu apa kasus penembakan pak Sitinjak dengan bu Anah ini terkait atau tidak. Yang pasti warga takut dan heran dengan adanya kejadian ini, kenapa bisa sampai terjadi dua kali. Kejadiannya juga sama-sama siang," ujarnya.

Kronologi Penembakan Kader Jumantik

Anah (41), kader juru pemantau jentik (Jumantik) jadi korban penembakan peluru nyasar.

Korban merupakan warga Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Kader Jumantik warga RT 09/RW 09 itu kena peluru nyasar saat hendak mengontrol jentik nyamuk di permukiman warga pada Rabu (24/3/2021) sekira pukul 10.20 WIB.

Zul Zetri (51) saksi mata, mengatakan petaka yang menimpa Anah, bersama dua kader Jumantik lainnya terjadi saat mereka hendak masuk ke klaster perumahan di Jalan Kampung Baru I.

"Pas kejadian itu saya baru mau keluar rumah," ucap Zul mengawali ceritanya saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021).

"Tiba-tiba korban itu teriak depan pagar. Teriak 'tolong saya, tolong saya, saya tertembak' begitu," imbuh dia.

Baca juga: Wanita Hamil Kader Jumantik Jadi Korban Peluru Nyasar di Ciracas, Awalnya Dikira Pendarahan

Mendadak banyak darah mengucur darah paha kanan belakang Anah.

Refleks, Zul pun bergegas menolong korban.

Kala itu Anah yang sedang hamil muda sudah merintih kesakitan.

Sehingga ia tidak mampu lagi berdiri dan nyaris terjatuh bila tidak dipapah dua rekan sesama kader Jumantik.

"Korban ini ditembak pas mau buka pagar (perumahan). Karena darahnya banyak dia berjalan mundur ke arah tembok."

"Mungkin karena lemas dan syok dia enggak kuat berdiri lalu bersandar ke tembok," ujarnya.

Merujuk keterangan Anah dan dua kader Jumantik lainnya, memang sempat terdengar suara letupan dari belakang saat korban sedang hendak membuka pagar perumahan.

Hanya saat Anah dan dua rekannya menengok ke belakang arah letupan senjata api, tidak terlihat orang melintas diduga pelaku penembakan.

"Memang saat kejadian sepi, jadi enggak ada yang melihat. Saya sendiri juga enggak mendengar suara letupan senjata."

"Hanya korban dan dua kader lainnya. Enggak sempat nyari pelaku karena buru-buru menolong korban," tuturnya.

Baca juga: Warga Ciracas Digegerkan Penemuan Mayat Mengambang di Kali Sura

Zul menyebut dia bersama warga lainnya bergegas membawa Anah ke rumah sakit guna mendapat penanganan medis.

Awalnya, korban lebih dulu dibawa ke RSUD Ciracas, Jakarta Timur.

RSUD Ciracas yang menangani pasien Covid-19, tak bisa melayani korban.

Sehingga korban dibawa menuju Rumah Sakit Ketergantungan Obat atau RSKO Cibubur.

"Setelahnya dibawa ke Rumah Sakit Tugu Ibu, Depok. Tapi setelah diperiksa dokter di sana ternyata alatnya enggak ada."

"Akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Diantar pak RT dan anggota Polsek Ciracas," lanjut Zul.

Baca juga: Bripda AP Pelaku Penembakan di Riau Telah Diamankan, Pelaku Tanpa Izin Tinggalkan Tugas di Sumbar 

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan jajarannya sudah melakukan olah TKP guna mengungkap kasus penembakan yang menimpa Anah tepat di hari kejadian.

Namun untuk sekarang dia belum bisa memastikan apa kasus penembakan yang menimpa Anah disengaja atau merupakan kasus penembakan peluru nyasar.

"Masih dalam penyelidikan. Tadi siang korban sudah menjalani operasi pengangkatan proyektik di RS Polri Kramat Jati, kondisinya sudah membaik," kata Jupriono.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, hingga Jumat (26/3/2021) bercak ceceran darah Anah masih tampak depan gerbang perumahan di Jalan Kampung Baru I lokasi kejadian.

Dari banyaknya ceceran darah di tiga titik tersebut tampak jelas korban mengalami pendarahan serius sehingga sempat tidak mampu berdiri lalu bersandar ke tembok.

"Korbannya itu lagi hamil, pastinya berapa bulan saya enggak tahu. Tapi informasi dari ibu-ibu lain sekarang hamil empat bulan, korban masih warga sekitar sini," sambung Zul. (tribun network/thf/TribunJakarta.com)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas